
Seorang pria yang sedang meminum alkohol (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa minum alkohol dalam jumlah kecil tak memberi dampak yang signifikan kepada tubuh. Namun, riset terbaru justru mengguncang anggapan lama tersebut. Studi genetika terkini menunjukkan bahwa bahkan konsumsi alkohol dalam jumlah rendah tetap dapat meningkatkan risiko demensia. Temuan ini menjadi peringatan penting bagi siapa saja yang masih menganggap minum alkohol ringan itu aman.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa konsumsi alkohol, sekecil apa pun, dapat memengaruhi kesehatan. Minuman beralkohol telah lama dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti kanker payudara, kanker usus, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan gangguan hati. Penelitian sebelumnya memang sempat menunjukkan bahwa minum alkohol dalam jumlah kecil tidak meningkatkan risiko demensia, bahkan dianggap dapat menurunkannya. Namun, analisis genetika terbaru membantah keyakinan tersebut.
Penelitian yang dimuat di jurnal BMJ Evidence-Based Medicine menggabungkan studi observasional dan analisis genetika. Hasilnya mengejutkan: setiap tingkat konsumsi alkohol, bahkan yang rendah sekalipun, memiliki hubungan dengan peningkatan risiko demensia.
Melansir dari Medical News Today, Dr. Steve Allder, pakar neurologi yang tidak terlibat dalam riset ini, menyebut temuan tersebut sangat penting. Ia menekankan bahwa studi ini menantang puluhan tahun riset observasional yang dulu menganggap minum alkohol ringan bisa melindungi otak dari demensia.
Dampak Alkohol pada Otak
Efek alkohol pada otak bukanlah hal baru. Menurut National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism, alkohol dapat memengaruhi area otak yang mengatur keseimbangan, ingatan, bicara, dan pengambilan keputusan. Kondisi ini meningkatkan risiko cedera dan berbagai masalah kesehatan lain.
Dr. Allder menjelaskan bahwa alkohol bersifat neurotoksik, yang berarti dapat merusak neuron, memicu penyusutan otak, mengganggu sistem neurotransmiter, dan mempercepat kerusakan pembuluh darah. Penggunaan jangka panjang juga dapat menghambat metabolisme vitamin B1 (tiamin) yang penting bagi fungsi kognitif, sementara konsumsi rendah pun telah dikaitkan dengan berkurangnya volume materi abu-abu di otak.
Selain itu, alkohol meningkatkan peradangan sistemik dan stres oksidatif yang keduanya berperan besar dalam proses neurodegenerasi atau kerusakan sel saraf.
Perbandingan Analisis Genetik dan Observasional
Studi ini melibatkan hampir 560.000 orang dari UK Biobank dan U.S. Million Veteran Program. Para peneliti menilai kebiasaan minum para peserta melalui kuesioner dan tes AUDIT-C, lalu memantau mereka selama rata-rata empat tahun. Selama periode tersebut, tercatat 14.540 orang mengembangkan demensia.
Analisis observasional menunjukkan pola berbentuk huruf U: risiko demensia lebih tinggi pada mereka yang tidak minum sama sekali dan yang minum berat, dibanding mereka yang minum kurang dari tujuh gelas per minggu. Namun, analisis genetika menghasilkan temuan berbeda.
Menurut Şebnem Ünlüişler, insinyur genetika dan pakar kesehatan umur panjang, studi observasional kadang menyesatkan karena orang yang minum ringan umumnya memiliki gaya hidup lebih sehat. Mereka cenderung rajin berolahraga, menjaga pola makan, berpendidikan lebih tinggi, atau memiliki hubungan sosial yang baik, semua faktor yang menurunkan risiko demensia. Sebaliknya, sebagian orang berhenti minum karena masalah kesehatan awal, sehingga tampak seolah-olah mereka memiliki risiko lebih tinggi.
Analisis genetika menyingkap fakta yang lebih jelas. Dengan menggunakan penanda genetik yang diwariskan dan terkait kebiasaan minum, para peneliti dapat memperkirakan paparan alkohol seumur hidup tanpa bias dari perbedaan gaya hidup.
Setiap Tetes Alkohol Tetap Berisiko
Dr. Anya Topiwala, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa risiko genetik konsumsi alkohol dihitung melalui penelitian asosiasi genom (GWAS). Mereka menemukan bahwa pada orang dengan keturunan Eropa, semakin tinggi risiko genetik terhadap kebiasaan minum alkohol, semakin tinggi pula risiko demensia.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
