Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 15.49 WIB

8 Ciri-ciri Sakit Usus Buntu, Harus Diwaspadai Sejak Dini Sebelum Terlambat

Sakit Perut (Canva) - Image

Sakit Perut (Canva)

JawaPos.com - Ciri-ciri sakit usus buntu sering kali tidak disadari sejak awal karena gejalanya menyerupai gangguan pencernaan umum sehingga banyak orang sering mengabaikannya.

Padahal, mengenali ciri-ciri sakit usus buntu sangat penting agar Anda dapat memperoleh penanganan medis yang cepat serta mencegah komplikasi berbahaya.

Jika usus buntu dibiarkan meradang hingga pecah, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi berat yang memperburuk kesehatan tubuh Anda.

Dilansir dari laman Alodokter dan Siloam Hospitals, berikut ini ciri-ciri sakit usus buntu yang perlu diwaspadai sejak dini.

Baca Juga: Enea Bastianini Didiagnosis Radang Usus Buntu, Kondisi Memburuk Jelang MotoGP Jerman

1. Nyeri Perut Kanan Bawah

Nyeri awal biasanya muncul di sekitar pusar, kemudian berpindah ke perut kanan bawah, semakin parah dalam hitungan jam, dan terasa menetap.

Rasa nyeri umumnya tajam, menusuk, atau seperti tertarik, dan akan bertambah berat ketika Anda batuk, bergerak, ataupun ditekan.

Kondisi ini merupakan gejala umum sakit usus buntu yang sebaiknya segera diperiksa agar tidak berkembang menjadi infeksi lebih berat.

Jika dibiarkan, usus buntu berisiko pecah sehingga menimbulkan komplikasi serius yang membahayakan keselamatan nyawa penderitanya.

Baca Juga: Selain Makanan Pedas, Ini 4 Makanan Pemicu Radang Usus Buntu yang Sering Kita Abaikan

2. Mual dan Muntah

Mual biasanya muncul bersamaan dengan nyeri perut, atau sesudah rasa sakit semakin berat, menjadi tanda khas sakit usus buntu.

Muntah sering menyebabkan tubuh kehilangan cairan sehingga penderita menjadi lemas, dehidrasi, dan sulit makan atau minum.

Jika dibiarkan berlarut, mual muntah dapat memperparah kondisi kesehatan serta memperlambat proses pemulihan pasien usus buntu.

Segera cari pertolongan medis bila mual dan muntah terjadi berulang, terutama bila disertai nyeri perut intens dan menetap.

3. Kehilangan Nafsu Makan

Penderita sakit usus buntu biasanya mengalami penurunan selera makan mendadak, bahkan meskipun belum makan sama sekali sebelumnya.

Kurangnya asupan makanan membuat tubuh semakin lemah, rentan dehidrasi, serta dapat memperlambat proses penyembuhan jika dibiarkan terlalu lama.

Gejala ini sering muncul bersamaan dengan rasa mual, muntah, serta nyeri perut kanan bawah yang semakin intens dalam waktu singkat.

4. Demam Ringan hingga Sedang

Demam ringan biasanya muncul setelah nyeri perut, menunjukkan adanya proses infeksi dalam tubuh akibat peradangan usus buntu.

Jika usus buntu pecah, demam bisa meningkat drastis disertai menggigil, tanda serius yang memerlukan penanganan darurat segera.

Demam usus buntu biasanya berkisar pada suhu tidak terlalu tinggi di awal, kemudian bertambah parah seiring berkembangnya infeksi.

Segera periksakan diri jika demam disertai sakit perut kanan bawah, mual, muntah, atau kehilangan nafsu makan berhari-hari.

5. Perut Kembung

Usus buntu yang meradang sering menyebabkan perut terasa begah atau kembung, bahkan perut tampak lebih keras dari biasanya.

Kembung biasanya membuat penderita merasa tidak nyaman, mudah lelah, dan menghambat aktivitas harian yang biasa dilakukan.

Jika kembung disertai nyeri perut atau sulit buang gas, segera waspadai adanya gangguan usus buntu yang lebih serius.

Gejala ini dapat memburuk jika peradangan semakin parah, sehingga penting segera mencari pemeriksaan medis.

6. Sulit Buang Gas atau Buang Air Besar

Peradangan usus buntu bisa mengganggu fungsi usus, sehingga beberapa penderita mengalami sulit buang gas atau buang air besar.

Meski tidak dialami semua orang, gejala ini sering memperparah perut kembung dan meningkatkan rasa tidak nyaman.

Kesulitan buang air besar dapat membuat kondisi semakin buruk bila dibiarkan tanpa penanganan, terutama disertai nyeri perut kanan bawah.

Jika muncul gejala ini, segera konsultasikan ke dokter agar tidak berlanjut pada komplikasi usus buntu yang berbahaya.

7. Nyeri Saat Ditekan

Nyeri di perut kanan bawah saat ditekan adalah salah satu gejala khas sakit usus buntu yang mudah dikenali.

Rasa sakit bisa semakin intens ketika penderita batuk, berjalan, atau melakukan gerakan tertentu yang menekan perut.

Gejala ini menandakan peradangan serius, sehingga tidak boleh diabaikan atau dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.

Pemeriksaan medis segera sangat penting agar dokter dapat memastikan diagnosis serta memberikan tindakan tepat sebelum kondisi memburuk.

Ciri-ciri sakit usus buntu sering kali mirip dengan gangguan pencernaan lain sehingga penting diperhatikan agar tidak salah mengenali gejala.

Usus buntu yang meradang harus segera ditangani sebab jika dibiarkan pecah bisa menimbulkan infeksi berat yang berbahaya bagi nyawa.

Mengenali gejala lebih awal membuat proses penyembuhan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa ditekan seminimal mungkin.

Jangan abaikan sakit perut kanan bawah, mual, muntah, atau gejala lain yang berlangsung lama dan semakin parah.

Semakin cepat diperiksakan ke dokter, semakin besar peluang penyembuhan tanpa risiko komplikasi berbahaya akibat usus buntu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore