Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 04.43 WIB

Hati-Hati, Hipertensi Adalah Silent Killer yang Mengancam Usia Muda! Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya

Hipertensi bisa menjadi silent killer jika tidak dikelola dengan baik (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer. Hal ini karena banyak orang yang merasa sehat-sehat saja, padahal tekanan darahnya tinggi selama bertahun-tahun.

Data Kemenkes RI per 12 Juni 2025 mengungkap bahwa satu dari lima peserta yang melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) ternyata mengalami hipertensi. Penyakit tidak menular ini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga usia muda.

Melansir penjelasan dr. Boy Raditya di akun Instagram @boyradityaa, banyak orang hanya fokus pada angka tensi saja, padahal akar masalahnya ada pada pembuluh darah.

"Kalau pembuluh darah sudah mulai kaku, maka aliran darah menjadi terhambat, otomatis tekanan darah akan naik. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras setiap harinya," jelas dr. Boy.

Sementara itu, RS Pondok Indah mengungkap bahwa, dalam jangka panjang, hipertensi bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti stroke, gagal ginjal, jantung, hingga kerusakan pembuluh darah.

Jika tidak dicegah dan diobati, hipertensi bahkan bisa merusak organ tubuh dan meningkatkan risiko komplikasi yang fatal.

Penyebab Hipertensi

Menurut laman Heartology, ada banyak faktor yang bisa memicu hipertensi, di antaranya yaitu:

  • Faktor genetik, jika ada anggota keluarga yang memiliki hipertensi, seseorang berisiko terkena hipertensi juga.
  • Faktor gaya hidup, kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap tekanan darah, seperti pola makan, kurang aktivitas fisik, merokok, hingga stres.
  • Faktor medis, beberapa kondisi kesehatan bisa menyebabkan hipertensi, misalnya penyakit ginjal, diabetes, dan gangguan tiroid.

Cara Mencegah Hipertensi

Kemenkes RI merekomendasikan langkah pencegahan hipertensi dengan pola hidup sehat, seperti:

  • Konsumsi gula maksimal 50 gram per hari (kurang lebih 4 sendok makan).
  • Asupan garam maksimal 5 gram per hari (kurang lebih 1 sendok teh), termasuk dari makanan olahan.
  • Penggunaan minyak goreng tidak lebih dari 5 sendok makan per hari.
  • Pilih ikan sebagai sumber protein, minimal 3 kali seminggu.
  • Konsumsi buah dan sayur yaitu 5 porsi per hari, setara 400-500 gram.
  • Rutin memeriksa tekanan darah.

Hipertensi bisa dicegah dengan menjaga pola hidup sehat dan rutin memantau tekanan darah guna mencegah komplikasi serius. Jadi, jangan lupa cek tensi secara berkala di fasilitas kesehatan terdekat ya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore