Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 18.17 WIB

Kemenkes Perkuat Sistem Kesehatan Nasional dengan Teknologi Analisis Data

Kemenkes teken kerja sama dengan swasta untuk penguatan sistem kesehatan nasional. (Istimewa) - Image

Kemenkes teken kerja sama dengan swasta untuk penguatan sistem kesehatan nasional. (Istimewa)

JawaPos.com-Di era digital, data kesehatan bukan lagi sekadar catatan administratif, melainkan aset strategis yang dapat menentukan arah kebijakan publik. Indonesia kini tengah mendorong pemanfaatan teknologi analisis data sebagai fondasi transformasi kesehatan nasional, salah satunya melalui penguatan ekosistem SATUSEHAT.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan bahwa analisis data memiliki peran vital dalam mengatasi tantangan kesehatan modern. Mulai dari meningkatnya beban penyakit kronis, pemerataan layanan di daerah, hingga inflasi biaya medis. 

Dengan data yang terintegrasi dan dapat dianalisis secara mendalam, pemerintah dapat merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang lebih tepat sasaran.

Ekosistem SATUSEHAT sendiri dirancang sebagai sistem pertukaran data kesehatan yang menghubungkan berbagai entitas, rumah sakit, puskesmas, regulator, penyedia layanan digital, hingga penjamin kesehatan. 

Melalui integrasi ini, data pasien tidak lagi terfragmentasi di tiap fasilitas, melainkan dapat dianalisis untuk memetakan tren kesehatan, memprediksi kebutuhan layanan, hingga mengukur efektivitas program kesehatan nasional.

Eko Sulistijo, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemenkes, menjelaskan bahwa kemampuan analisis data akan mempercepat deteksi dini penyakit, mengoptimalkan alokasi anggaran, dan menekan pemborosan biaya kesehatan. 

“Tanpa data yang kuat, kebijakan hanya berbasis asumsi. Dengan analisis data, kita bisa lebih presisi dalam merancang strategi kesehatan,” ujar Eko di Jakarta.

Selain membangun infrastruktur digital, Kemenkes juga menekankan pentingnya pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang data science kesehatan. 

Analis kesehatan, epidemiolog, hingga tenaga IT, perlu dibekali keterampilan analitik agar transformasi digital tidak sekadar menghasilkan tumpukan data. Tapi benar-benar menghadirkan wawasan yang bisa digunakan untuk pengambilan keputusan.

Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta, dipandang krusial dalam memperkuat aspek teknologi maupun keahlian analisis. Tony Benitez, Presiden Direktur Prudential Indonesia menyebutkan bahwa pemanfaatan data dapat menjadi dasar penting bagi pembangunan sistem kesehatan yang lebih tangguh. 

“Analisis data memungkinkan kita melihat gambaran menyeluruh, dari faktor risiko penyakit hingga beban biaya medis, sehingga solusi yang diambil bisa lebih efektif,” kata Tony.

Keduanya berharap, pemanfaatan analisis data akan menjadi 'game changer' bagi layanan kesehatan di Indonesia. Jika dikelola dengan baik, data dapat membantu pemerintah mengendalikan inflasi medis, memperluas akses layanan, serta meningkatkan ketahanan sistem kesehatan menghadapi krisis di masa depan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore