Ilustrasi seseorang yang terkena gigitan serangga penyebab penyakit Chagas (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Penyakit Chagas adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit bernama Trypanosoma cruzi. Parasit ini ditularkan terutama melalui gigitan serangga yang dikenal sebagai kissing bug (Triatomine), yang biasanya menggigit manusia di area wajah saat tidur, atau terkadang juga di luka terbuka.
Serangga yang menjadi perantara penyebaran parasit penyebab penyakit Chagas berasal dari genus Triatoma, seperti Triatoma infestans, Rhodnius prolixus, dan Panstrongylus megistus. Dikutip dari Halodoc, jenis serangga penyebab penyakit ini umumnya adalah kutu dan kecoa.
Penyakit ini banyak ditemukan di daerah pedesaan Amerika Tengah dan Selatan, sehingga nama lain penyakit ini adalah American trypanosomiasis. Kasus penyakit ini mulai terdeteksi di negara lain karena mobilitas manusia, tetapi hingga saat ini belum ada kasus serupa di Indonesia.
Penyebab Seseorang Terkena Penyakit Chagas
Secara umum, penyakit ini disebabkan oleh gigitan serangga yang membawa kontaminasi parasit. Bagian tubuh yang paling sering digigit adalah area dengan kulit yang tipis, seperti mata atau mulut. Jika area bekas gigitan digosok atau digaruk, maka parasit akan masuk ke tubuh, menyebar, dan berkembang biak.
Selain itu, seseorang juga bisa terkena penyakit Chagas dari kondisi seperti mendapat donor darah dari penderita penyakit Chagas. Penyebab lainnya adalah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi parasit, atau bisa juga terkena akibat menjelajahi alam liar yang terdapat banyak hewan pembawa penyakit ini.
Gejala Penyakit Chagas
Gejala pada penyakit ini terbagi menjadi dua fase, yaitu fase akut dan fase kronis. Fase akut adalah fase ringan, di mana gejalanya hanya dirasakan tidak terlalu lama dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Pada fase akut, beberapa gejala umum muncul, seperti bengkak di area bekas gigitan, kulit yang mengalami ruam, demam, mual hingga muntah, diare, hilangnya nafsu makan, dan kelopak mata membengkak.
Fase berikutnya adalah fase kronis, yaitu kondisi dari gejala yang dirasakan akan lebih berat. Dikutip dari Alodokter, gejala tersebut meliputi sembelit, sulit menelan, sakit perut berlebihan, gangguan irama jantung, gagal jantung, dan bahkan hingga henti jantung mendadak.
Upaya Pengobatan terhadap Penderita Penyakit Chagas
Dikutip dari Halodoc, pada tahap awal, penyakit Chagas masih cukup mudah diobati, yaitu dengan pemberian obat benznidazol dan nifurtimox. Hal ini bertujuan untuk membasmi parasit T. cruzi dan sebaiknya dikonsumsi sekitar dua bulan. Efektivitas pengobatan akan lebih tinggi jika obat segera diberikan setelah seseorang terinfeksi.
Penanganan penyakit ini penting dilakukan seawal mungkin agar tidak berkembang ke fase kronis, karena pada tahap tersebut obat tidak lagi mampu menyembuhkan, melainkan hanya memperlambat perkembangan penyakit serta mengurangi risiko komplikasi serius.
Selain itu, jika gejala sudah mengarah pada komplikasi jantung, maka harus ditangani dengan obat-obatan, pemasangan alat pacu jantung, atau perangkat medis lain untuk menjaga fungsi jantung tetap baik. Sedangkan, jika gejala mengacu pada kondisi komplikasi terkait sistem pencernaan, bisa ditangani dengan perubahan pola makan, konsumsi obat tertentu, kortikosteroid, dan perawatan lain yang sesuai.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
