Seorang wanita sedang mendengarkan musik (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Terapi musik adalah metode penyembuhan yang memanfaatkan respons dan keterhubungan seseorang dengan musik untuk mendorong perubahan positif dalam suasana hati serta kesejahteraan mental.
Metode ini dapat membantu menurunkan kecemasan, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus menjadi alternatif dari terapi lain seperti konseling atau terapi perilaku kognitif (CBT).
Dalam praktiknya, terapi musik bisa berupa mendengarkan musik, menciptakan musik dengan instrumen, bernyanyi, atau bahkan bergerak mengikuti irama. Melalui proses ini, seseorang dapat mengembangkan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, kemandirian, kesadaran diri maupun orang lain, serta kemampuan konsentrasi.
Interaksi langsung antara terapis dan klien menjadi elemen penting dalam terapi musik. Improvisasi sering digunakan, misalnya menciptakan alunan musik secara spontan untuk mengekspresikan suasana hati atau tema tertentu, seperti menirukan suara badai dengan drum dan rainstick.
Bagaimana Musik Memengaruhi Otak?
Dilansir dari Medical News Today , pengaruh musik terhadap otak sangatlah luas dan melibatkan banyak area otak sekaligus. Musik tidak hanya menyentuh sisi emosional manusia, tetapi juga memengaruhi fungsi kognitif, motorik, hingga sistem penghargaan di otak.
1. Proses Ritme dan Gerakan
Cerebellum, bagian otak kecil di belakang kepala, berperan penting dalam memproses ritme dan koordinasi. Inilah alasan mengapa ketika kita mendengar musik dengan ketukan tertentu, tubuh kita secara refleks ingin bergerak mengikuti irama, entah itu dengan mengetukkan kaki, mengangguk, atau bahkan menari.
2. Emosi dan Perasaan
Lobus frontal bekerja untuk mengartikan sinyal emosional yang terkandung dalam musik. Melodi yang lembut dapat memicu rasa tenang, sementara musik dengan tempo cepat bisa membangkitkan semangat dan energi. Musik juga dapat memunculkan memori emosional tertentu, misalnya sebuah lagu yang mengingatkan pada masa kecil atau pengalaman pribadi.
3. Pemahaman Nada dan Harmoni
Bagian kecil pada lobus temporal kanan berfungsi untuk mengenali nada (pitch) dan harmoni. Hal ini memungkinkan kita membedakan apakah sebuah lagu terdengar sumbang atau merdu. Kemampuan ini juga membantu musisi dalam menciptakan atau mengimprovisasi musik.
4. Sistem Pengarahan Otak
Nucleus accumbens, yang dikenal sebagai pusat penghargaan, melepaskan dopamin saat kita mendengarkan musik yang menyentuh hati atau terasa “menggugah jiwa.” Reaksi ini bahkan bisa memicu respons fisik nyata, seperti merinding atau merasa euforia. Sensasi ini mirip dengan kepuasan ketika kita menikmati makanan enak atau meraih keberhasilan.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
