Rasa cemas dapat muncul dari faktor biologis, psikologis, hingga lingkungan, dan perlu dikelola agar tidak mengganggu kualitas hidup./Freepik.
JawaPos.com – Hampir semua orang pernah merasakan cemas, baik sebelum ujian, wawancara kerja, atau menghadapi situasi baru.
Namun, pada sebagian orang, rasa cemas bisa muncul berlebihan dan terus-menerus hingga mengganggu aktivitas harian.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: dari mana sebenarnya rasa cemas itu datang?
Apa Itu Cemas dan Mengapa Bisa Terjadi?
Menurut Cleveland Clinic (2023), kecemasan adalah reaksi alami tubuh terhadap stres, ditandai dengan rasa khawatir berlebihan, tegang, atau takut terhadap sesuatu yang belum tentu nyata.
Pada kadar tertentu, cemas dapat membantu seseorang lebih waspada. Namun, bila berlebihan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan (anxiety disorder).
Faktor Biologis dan Otak
National Center for Biotechnology Information (NCBI) menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kecemasan adalah ketidakseimbangan neurotransmitter di otak, terutama serotonin dan dopamin.
Ketika sistem saraf pusat terlalu aktif, tubuh memproduksi hormon stres seperti kortisol, sehingga memicu detak jantung cepat, keringat berlebih, hingga sulit tidur.
Pengaruh Psikologis dan Lingkungan
Psychology Today menyebutkan bahwa pengalaman masa lalu, trauma, hingga pola asuh juga bisa meningkatkan risiko kecemasan.
Misalnya, seseorang yang pernah gagal besar atau mengalami perundungan (bullying) cenderung lebih rentan terhadap rasa takut berlebihan. Lingkungan kerja yang penuh tekanan, tuntutan akademik, atau hubungan sosial yang tidak sehat juga dapat memperburuk gejala.
Mental Health Foundation (2023) menambahkan, pandemi COVID-19 turut meningkatkan angka kecemasan secara global.
Ketidakpastian masa depan, berita buruk yang terus-menerus, hingga isolasi sosial membuat banyak orang merasa terjebak dalam lingkaran kecemasan.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
