Ilustrasi seseorang melakukan pengecekan gula darah (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Semakin ke sini, pola hidup anak-anak semakin jauh dari kata sehat. Berbagai jajanan tinggi gula seperti minuman kemasan, permen, dan makanan manis lainnya sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa menjadi bom waktu yang meningkatkan risiko anak-anak terkena diabetes di masa mendatang.
Tidak hanya dari pola makan, kebanyakan anak kini lebih memilih bermain gawai atau menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi daripada melakukan aktivitas fisik di luar rumah. Hal ini dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan resistensi insulin karena tubuh mereka tidak membakar energi secara optimal.
Bahkan dilansir dari Antara, kasus diabetes pada anak meningkat drastis. Dalam satu dekade, tercatat ada 1.948 anak yang didiagnosis menderita diabetes tipe 1. Angka ini seharusnya menjadi alarm bagi orang tua untuk lebih waspada dalam memperhatikan apa yang dikonsumsi dan aktivitas yang dilakukan anak-anak.
Gejala Diabetes pada Anak
Gejala diabetes pada anak memang cenderung tidak terlihat karena biasanya mirip dengan kondisi umum lainnya. Hal ini membuat kebanyakan orang tua kerap kali terlambat menyadari tanda-tanda awal bahwa anak terkena diabetes.
Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti beberapa gejala khas yang wajib diwaspadai jika anak mengalaminya secara konsisten:
Jika terus dibiarkan dalam jangka waktu panjang diabetes dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Seiring berjalannya waktu, diabetes dapat merusak pembuluh darah yang mengganggu kinerja organ vital seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf.
Hal ini semakin memicu risiko terkena komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal. Kerusakan pembuluh darah akibat diabetes juga bisa memengaruhi mata, berujung pada risiko kehilangan penglihatan permanen.
Selain itu, WHO juga menegaskan, banyak penderita diabetes yang mengalami luka-luka kecil, namun berujung menjadi luka yang lebih serius dan berakhir dengan tindakan amputasi.
Pencegahan dan Penanganan Dini
Setelah mengetahui beberapa gejala dan risikonya, sudah seharusnya orang tua lebih peduli pada kondisi anak-anak. Meskipun pengobatan bisa dilakukan, penting untuk memahami cara penanganan dan pencegahan diabetes sejak dini.
Melansir dari laman ayosehat.kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan mengajarkan sejumlah cara sederhana yang dapat diterapkan orang tua untuk melindungi anak dari risiko diabetes:
1. Menerapkan Pola Makan Sehat
Pola makan yang sehat dan seimbang dapat menjadi kunci utama mencegah diabetes. Sebagai orang tua, kita dapat mengatur apa yang dikonsumsi setiap harinya oleh anak. Kita dapat membatasi anak dalam mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, terutama yang mengandung pemanis buatan dan bersifat olah. Serta perbanyak asupan sayur, buah, dan makanan berserat lainnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
