Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 23.02 WIB

Waspada Diabetes pada Anak, Kenali Gejala dan 5 Langkah Pencegahan yang Wajib Diketahui Orang Tua

Ilustrasi seseorang melakukan pengecekan gula darah (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Semakin ke sini, pola hidup anak-anak semakin jauh dari kata sehat. Berbagai jajanan tinggi gula seperti minuman kemasan, permen, dan makanan manis lainnya sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa menjadi bom waktu yang meningkatkan risiko anak-anak terkena diabetes di masa mendatang.

Tidak hanya dari pola makan, kebanyakan anak kini lebih memilih bermain gawai atau menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi daripada melakukan aktivitas fisik di luar rumah. Hal ini dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan resistensi insulin karena tubuh mereka tidak membakar energi secara optimal.

Bahkan dilansir dari Antara, kasus diabetes pada anak meningkat drastis. Dalam satu dekade, tercatat ada 1.948 anak yang didiagnosis menderita diabetes tipe 1. Angka ini seharusnya menjadi alarm bagi orang tua untuk lebih waspada dalam memperhatikan apa yang dikonsumsi dan aktivitas yang dilakukan anak-anak.

Gejala Diabetes pada Anak

Gejala diabetes pada anak memang cenderung tidak terlihat karena biasanya mirip dengan kondisi umum lainnya. Hal ini membuat kebanyakan orang tua kerap kali terlambat menyadari tanda-tanda awal bahwa anak terkena diabetes.

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti beberapa gejala khas yang wajib diwaspadai jika anak mengalaminya secara konsisten:

  1. Polidipsi, yaitu ketika anak merasa sering haus dan ingin terus minum meskipun sudah cukup minum.
  2. Poliuri, yaitu kondisi dimana anak terlihat lebih sering buang air kecil daripada biasanya.
  3. Penglihatan menjadi kabur.
  4. Mudah lelah tanpa sebab yang jelas.
  5. Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Jika terus dibiarkan dalam jangka waktu panjang diabetes dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Seiring berjalannya waktu, diabetes dapat merusak pembuluh darah yang mengganggu kinerja organ vital seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf.

Hal ini semakin memicu risiko terkena komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal. Kerusakan pembuluh darah akibat diabetes juga bisa memengaruhi mata, berujung pada risiko kehilangan penglihatan permanen.

Selain itu, WHO juga menegaskan, banyak penderita diabetes yang mengalami luka-luka kecil, namun berujung menjadi luka yang lebih serius dan berakhir dengan tindakan amputasi.

Pencegahan dan Penanganan Dini

Setelah mengetahui beberapa gejala dan risikonya, sudah seharusnya orang tua lebih peduli pada kondisi anak-anak. Meskipun pengobatan bisa dilakukan, penting untuk memahami cara penanganan dan pencegahan diabetes sejak dini.

Melansir dari laman ayosehat.kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan mengajarkan sejumlah cara sederhana yang dapat diterapkan orang tua untuk melindungi anak dari risiko diabetes:

1. Menerapkan Pola Makan Sehat

Pola makan yang sehat dan seimbang dapat menjadi kunci utama mencegah diabetes. Sebagai orang tua, kita dapat mengatur apa yang dikonsumsi setiap harinya oleh anak. Kita dapat membatasi anak dalam mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, terutama yang mengandung pemanis buatan dan bersifat olah. Serta perbanyak asupan sayur, buah, dan makanan berserat lainnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore