
Petugas kesehatan memeriksa kondisi telinga siswa saat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SD Prestasi Global, Depok, Jawa Barat, Senin (4/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah tengah menggenjot program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai salah satu langkah preventif terbesar dalam sejarah layanan kesehatan di Indonesia. Meski diwarnai keterbatasan anggaran dan fasilitas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan program ini tetap dijalankan demi memastikan masyarakat lebih peduli pada kesehatan sejak dini.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, target jangka panjang dari program ini adalah menjangkau 280 juta jiwa dalam lima tahun. Namun, ia realistis bahwa capaian tersebut tidak bisa langsung terpenuhi dalam satu tahun. Anggaran yang tersedia saat ini memungkinkan pelayanan bagi sekitar 120 juta jiwa, dari total hitungan awal 220 juta jiwa.
"Saya realistis, kalau tahun pertama bisa menjangkau 100 juta orang saja, saya sudah senang. Data dari pemeriksaan ini akan sangat penting, karena bisa dipakai untuk melihat kondisi kesehatan masyarakat dan mengubah perilaku mereka ke arah yang lebih baik," ujar Budi di Surabaya, Senin (10/2).
Layanan Serentak di 10.200 Puskesmas
Program CKG ini sendiri telah resmi dimulai serentak di seluruh Indonesia pada Senin (10/2) lalu. Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyebutkan ada 10.200 puskesmas yang langsung melayani masyarakat. Waktu pemeriksaan berbeda-beda, sekitar 20 menit untuk anak-anak dan bisa mencapai setengah jam bagi dewasa dan lansia.
Setelah pemeriksaan, masyarakat akan menerima laporan hasilnya. Jika ditemukan masalah yang membutuhkan penanganan lanjutan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit. "Misalnya untuk hipertensi atau gula darah tinggi yang butuh EKG, itu di puskesmas belum tersedia. Maka akan diarahkan ke rumah sakit terdekat. Dinas Kesehatan sudah menyiapkan peta rujukan ini," jelas Endang.
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meninjau Cek Kesehatan Gratis (CKG) perdana di Puskesmas Manukan Kulon, Surabaya, Senin (10/2). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Fasilitas Belum Merata
Meski digelar nasional, 40 persen Puskesmas di Indonesia masih belum memiliki fasilitas lengkap untuk melakukan CKG. Kondisi ini terutama terjadi di luar Jawa dan Bali. Untuk sementara, masyarakat di daerah dengan fasilitas terbatas akan diarahkan ke puskesmas lain atau laboratorium milik daerah.
"Kita akan memenuhi secara bertahap. Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, 40 persen puskesmas ini akan dilengkapi alat kesehatan yang dibutuhkan," ungkap Endang.
Masalah Sosialisasi dan Partisipasi
Meski terbuka untuk semua, partisipasi masyarakat dalam program ini ternyata masih timpang. Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes, Elvieda Sariwati, mengungkapkan dari 8 juta peserta di 38 provinsi, sebanyak 62 persen adalah perempuan, sedangkan laki-laki hanya 38 persen.
"Dua dari tiga peserta itu perempuan. Ini yang jadi pertanyaan, kenapa laki-laki masih kurang semangat ikut CKG?" ujarnya.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa dari hasil CKG, masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah obesitas sentral. Data menunjukkan 1 dari 2 perempuan peserta memiliki obesitas sentral, sementara pada laki-laki angkanya 1 dari 4. Kondisi ini meningkatkan risiko hipertensi dan diabetes hingga dua kali lipat dibandingkan orang dengan lingkar pinggang normal.
Karena itu, Elvieda menekankan pentingnya pemeriksaan dini agar risiko penyakit serius seperti jantung, stroke, hingga gagal ginjal bisa diantisipasi lebih awal.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
