
Ilustrasi penderita GERD. (Freepik).
JawaPos.com - Banyak orang mengira penyakit maag dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) sama bahayanya. Namun, Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI–RS Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, menegaskan bahwa GERD justru lebih parah dibanding maag karena bisa menyebabkan kerusakan pada kerongkongan.
"Kalau saya tanya pada pasien atau saat acara seperti ini, lebih parah mana sakit maag dengan GERD? Sudah pasti lebih parah sakit GERD. Kalau sakit maag itu ada cuma di lambung saja, tapi kalau sakit GERD, dia naik ke atas," jelasnya kepada wartawan, Kamis (14/8).
Ia menerangkan, perbedaan mendasar dua penyakit itu terletak pada arah gangguan yang ditimbulkan. Pada maag, keluhan hanya terbatas di lambung.
Sementara GERD menyebabkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan sehingga menimbulkan luka (perlukaan) yang berisiko memicu komplikasi serius.
Menurut Prof. Ari, salah satu penyebab GERD adalah meningkatnya tekanan (pressure) di dalam lambung. Kondisi ini lebih berisiko pada pasien diabetes mellitus (DM) yang mengalami gastroparesis atau kelemahan kerja lambung.
"Kalau pasien dengan DM, lambungnya ini kerjanya jadi lemah. Pengosongan lambung jadi tidak bagus, akhirnya terjadi peningkatan tekanan, lalu isi lambung naik kembali ke esofagus," paparnya.
Gejala GERD, lanjutnya, bisa berupa nyeri perut, kembung, sensasi panas di dada, hingga gejala mirip asma yang memburuk saat tidur. Meski demikian, perubahan gaya hidup seperti mengatur pola makan, menghindari makanan pemicu, dan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dapat membantu mengurangi gejala.
"Dalam beberapa kasus, obat atau operasi tidak diperlukan jika perubahan gaya hidup dilakukan dengan baik," kata Prof. Ari. Dengan memahami perbedaan maag dan GERD, masyarakat diharapkan lebih waspada.
"GERD bukan sekadar masalah asam lambung biasa, melainkan gangguan yang bisa merusak jaringan kerongkongan dan menurunkan kualitas hidup penderitanya," tegas Prof. Ari.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
