Manfaat Kesehatan Teh Matcha yang Sudah Terbukti Ilmiah, Wajib Kamu Coba. (freepik)
JawaPos.com - Teh hijau (green tea) atau sering disebut juga dengan matcha, tidak hanya dikenal karena manfaat kesehatannya, tetapi juga karena keunikan rasa, kualitas, dan tradisi panjang dalam penyajiannya.
Dalam dunia teh, terutama teh hijau Jepang, terdapat berbagai grade atau tingkatan kualitas yang memengaruhi rasa, aroma, serta cara penggunaannya.
Dari ceremonial grade matcha yang digunakan dalam upacara tradisional, hingga culinary grade yang cocok untuk keperluan dapur, setiap grade juga memiliki karakteristik dan metode penyajian tersendiri.
Melansir laman Ujido, setiap grade atau tingkatan teh hijau (green tea) menentukan warna, aroma, tekstur, tampilan, hingga kualitas teh, serta kegunaan masing-masing. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaannya.
Tingkatan atau grade teh hijau (green tea) sendiri dibagi menjadi dua, yakni Seremonial dan Kuliner,yang kemudian Kuliner dibagi menjadi lima tingkatan lagi.
Grade seremonial pada teh hijau (green tea) dikhususkan untuk dinikmati sebagai minuman murni tanpa tambahan bahan lain.
Teh hijau (green tea) dengan grade seremonial ini juga merupakan jenis teh hijau (green tea) dengan kualitas tertinggi, yang secara tradisional biasanya digunakan dalam upacara minum teh Jepang selama berabad-abad.
Meski demikian, teh hijau (green tea) ini juga sangat cocok untuk dinikmati dalam konsumsi sehari-hari di luar konteks upacara formal.
teh hijau (green tea) grade seremonial dibuat dari pucuk daun teh paling muda. Bagian batang dan urat daun akan dipisahkan sebelum daun tersebut digiling menggunakan batu menjadi bubuk halus.
Proses tersebut menghasilkan bubuk teh hijau (green tea) dengan warna hijau cerah, tekstur lembut, cita rasa manis alami, dan aroma yang bersih serta segar, yang sering kali menyerupai wangi rumput segar.
Teh hijau (green tea) grade seremonial ini seharusnya tidak terasa kasar atau berpasir saat diminum.
Saat diseduh, teh hijau (green tea) seremonial menghasilkan teh dengan kekentalan yang khas dan rasa yang utuh, sehingga paling tepat dinikmati tanpa tambahan pemanis, susu, atau bahan lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kemurnian rasa dan kualitas alaminya.
Teh hijau (green tea) grade kuliner atau food grade dibuat melalui proses berbeda dibanding teh hijau (green tea) grade seremonial, dan ditujukan untuk penggunaan kuliner seperti campuran kue atau minuman.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
