Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 18.58 WIB

Minyak Ikan vs Statin: Mana yang Lebih Efektif untuk Jaga Jantung, Atasi Kolesterol, dan Cegah Peradangan?

Minyak ikan yang terjatuh dari wadahnya. (Pexels/Odin Mcraig) - Image

Minyak ikan yang terjatuh dari wadahnya. (Pexels/Odin Mcraig)

JawaPos.com - Perdebatan antara suplemen minyak ikan dan obat statin kerap membuat bingung, mana yang benar-benar ampuh mengendalikan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung? Keduanya punya klaim manfaat, tapi cara kerja dan riset di baliknya sangat berbeda.

Dilansir dari Healthline pada Kamis (22/05), berikut perbandingan
"minyak ikan vs statin"—mulai dari dasar teori, temuan penelitian, hingga rekomendasi penggunaannya.

Manfaat Minyak Ikan

Minyak ikan kaya asam lemak omega-3 yang dipercaya:

  • Memerangi peradangan
  • Menurunkan tekanan darah
  • Meningkatkan kesehatan tulang
  • Menjaga kesehatan kulit

Walau bisa diperoleh dari konsumsi ikan, banyak orang memilih suplemen. Pada 2012, tercatat hampir 19 juta orang dewasa di Amerika Serikat rutin mengonsumsi suplemen omega-3 setiap harinya.

Cara Kerja Statin

Statin bekerja dengan mencegah tubuh memproduksi kolesterol, sekaligus membantu menyerap plak yang menumpuk di dinding arteri. Menurut data 2013, sekitar 27,8 persen orang Amerika berusia di atas 40 tahun menggunakan statin untuk mengendalikan kolesterol.

Riset tentang Minyak Ikan

Hasil penelitian minyak ikan masih beragam:

  • Beberapa studi menunjukkan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Suplemen omega-3 dapat menurunkan kadar trigliserida darah.
  • Riset 2011 menemukan hubungan positif antara konsumsi suplemen dan penurunan risiko kardiovaskular.

Namun uji klinis 2013 terhadap 12.000 orang berisiko jantung tidak menemukan efek signifikan.

Selain itu, meski omega-3 menurunkan trigliserida, bukti bahwa ia menurunkan risiko serangan jantung masih belum meyakinkan. Bahkan, pada sebagian orang asupan minyak ikan dapat meningkatkan LDL (kolesterol jahat).

Riset tentang Statin

Menurut FDA, statin terbukti efektif mencegah penyakit jantung. Selain menurunkan kolesterol, statin memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu menstabilkan pembuluh darah dan mencegah serangan jantung—menurut Mayo Clinic.

Karena potensi efek samping seperti nyeri otot, statin umumnya diresepkan hanya pada pasien dengan kolesterol tinggi dan risiko penyakit kardiovaskular. Ia bukan obat pencegahan umum untuk semua orang.

Kesimpulan

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore