Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 04.12 WIB

Tak Jamin Dialog Terbuka dan Setara, 26 Dekan FK Perguruan Tinggi Ogah Hadiri Diskusi dengan Kemenkes

ILUSTRASI. Dokter (Freepik)

JawaPos.com – Hari ini (22/5) rencananya Kementerian Kesehatan mengundang 26 dekan fakultas kedokteran untuk berdiskusi. Dalam surat undangan dengan Nomor UM.02.04/A/1550/2025 yang beredar di media sosial itu, juga mengundang pihak Kemenristekdikti. Namun, 26 dekan yang diundang menurut surat dari Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi (AIPKI) menyatakan tidak hadir.

Dalam surat dari Kemenkes, undangan tersebut untuk diskusi strategis pembangunan kesehatan nasional. Tertulis juga tujuan diskusi ini untuk mendukung prioritas pembangunan kesehatan nasional dan percepatan transformasi sistem kesehatan. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman saat dihubungi Jawa Pos, menyatakan pertemuan itu masih terjadwal.

“Pastinya sebagai bentuk keterbukaan dan kolaborasi dengan stakeholders,” kata Aji ketika ditanya tujuan pertemuan ini. Berita ketidakhadiran para dekan ini sudah meluas. Namun, Kemenkes bergeming. “Kan belum tahu apakah (para dekan) akan hadir atau tidak,” imbuh Aji.

Sementara itu, AIPKI menyatakan tidak akan menghadiri undangan diskusi strategis dari Kementerian Kesehatan. Keputusan tersebut tertuang dalam pernyataan sikap resmi AIPKI. Dalam surat undangan bernomor UM.02.04/A/1550/2025 tertanggal 19 Mei 2025, Kemenkes mengajak berbagai pihak untuk berdiskusi terkait pembangunan kesehatan nasional. Namun, AIPKI menilai forum tersebut tidak menjamin dialog yang terbuka dan setara.

Dalam surat tersebut tertulis, kami 26 Dekan Fakultas Kedokteran yang tergabung dalam AIPKI memutuskan untuk tidak menghadiri forum yang diselenggarakan Kemenkes. Ini sebagai bentuk konsistensi terhadap prinsip tata kelola akademik. AIPKI menyebut ketidakhadiran ini sebagai bentuk tanggung jawab moral institusi akademik. Selain itu mereka juga menyoroti pengalaman sebelumnya di mana masukan institusi pendidikan diabaikan, tapi setelah itu ada narasi yang dihasilkan forum justru seolah menyiratkan AIPKI memberikan dukungan penuh.

AIPKI menegaskan bahwa mereka tidak menolak dialog, namun menolak proses yang dianggap tidak transparan, sepihak, dan sarat formalitas. Mereka mendorong dibentuknya forum dialog yang sejati dan menjamin transparansi hasil diskusi.

Dalam pernyataannya, AIPKI juga mengungkap telah menyampaikan sejumlah solusi alternatif kepada pemerintah. Usulan tersebut meliputi penguatan otonomi akademik, keterlibatan kolegium yang independen, dan pembentukan Dewan Dialog Nasional Pendidikan Kedokteran yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, AIPKI menolak segala bentuk framing negatif terhadap institusi pendidikan kedokteran. Menurut mereka framing semacam itu melemahkan sistem checks and balances, merusak semangat belajar mahasiswa dan PPDS, serta mengganggu kepercayaan terhadap sistem pendidikan kedokteran, yang seharusnya menjunjung tinggi etika profesi dan nilai keilmuan.

AIPKI juga menyampaikan harapan agar pemerintah membuka ruang partisipasi yang proporsional dan melibatkan institusi pendidikan, kolegium, serta organisasi profesi. Mereka juga menegaskan komitmen untuk terus mendukung reformasi pendidikan kedokteran yang berbasis bukti, hukum, dan etika.

Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta dr Taufiq Fredrik Pasiak membenarkan surat tersebut. Dia juga mengamini tidak akan hadir pada forum diskusi hari ini. “Saya memang sudah ada agenda yang scheduled sejak minggu lalu,” ujar Ketua AIPKI Wilayah II itu saat dihubungi Jawa Pos. Dia menegaskan bahwa 26 dekan yang diundang masih sejalan dengan surat pernyataan AIPKI.

Secara terpisah Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD juga tidak akan hadir. “26 dekan yang diundang, 26nya tidak bisa hadir,” tuturnya.

Dia berharap pihak rektorat setiap FK tidak memberikan intervensi kepada dekannya untuk hadir. Ari sendiri sudah melaporkan kepada rektorat UI bahwa hari ini tidak hadir.

“Saat ini untuk UI belum ada arahan dari rektor dan kami sudah lapor ke pimpinan UI untuk tidak hadir,” tegasnya. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore