
Teh hijau kaya antioksidan yang bantu atasi bau mulut dan jaga kesehatan rongga mulut secara alami. (pexels)
JawaPos.com – Bau mulut atau halitosis sering kali menjadi masalah yang mengganggu rasa percaya diri.
Tak hanya disebabkan oleh makanan, bau mulut juga dapat berasal dari pertumbuhan bakteri di rongga mulut.
Salah satu solusi alami yang makin banyak dikaji secara ilmiah adalah teh hijau atau green tea.
Dikenal kaya akan katekin dan antioksidan, teh hijau terbukti mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.
“Teh hijau dan teh hitam memiliki manfaat untuk saluran pencernaan. Keduanya dapat membantu mengurangi bau mulut dan memiliki sifat antioksidan,” jelas dr Tirta dalam kanal youtube Tirta PengPengPeng.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau secara rutin dapat mengurangi senyawa sulfur volatil atau VSC, penyebab utama aroma tidak sedap dari mulut.
Teh hijau mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), salah satu jenis katekin yang memiliki efek antibakteri kuat.
EGCG bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri seperti Porphyromonas gingivalis dan Fusobacterium nucleatum, yang sering ditemukan dalam plak gigi dan lidah sumber utama bau mulut.
Studi dari Journal of Nutritional Biochemistry tahun 2024 menemukan bahwa EGCG dapat mengurangi produksi VSC hingga 42 persen setelah dikonsumsi selama 7 hari berturut-turut.
Sebuah studi acak di Jepang yang diterbitkan dalam Oral Health & Preventive Dentistry 2025 melibatkan 60 peserta dengan bau mulut sedang.
Setelah mengonsumsi 2–3 cangkir teh hijau setiap hari selama dua minggu, 85 persen partisipan mengalami penurunan kadar VSC secara signifikan.
Bahkan, efek segar pada napas dapat dirasakan dalam waktu 30 menit setelah konsumsi pertama.
Dibandingkan dengan permen penyegar atau mouthwash berbasis alkohol, teh hijau tidak hanya menutupi bau mulut, tapi juga menangani akar penyebabnya.
Tidak menimbulkan iritasi, tidak membuat mulut kering, dan memiliki efek antiinflamasi ringan, menjadikannya pilihan alami yang lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.
“Kandungan antioksidannya membuat menetralisir dan meminimalisir terjadinya akibat mikroorganisme yang ganas, bau mulut akibat sisa makanan bercampur dengan bakteri mengeluarkan gas yang bau,” jelas jelas dr Tirta.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
