Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 02.44 WIB

Waspadai Eksim Pada Bayi sebagai Indikator Awal Gangguan Pernapasan Saat Anak Bertambah Usia

Ilustrasi eksim pada bayi (Freepik)



JawaPos.com –
 Eksim pada bayi dapat menunjukkan potensi gangguan pernapasan yang muncul ketika anak memasuki usia lebih besar.

Eksim merupakan peradangan kronis pada kulit yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, dan permukaan kulit kering atau bersisik.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Tara F. Carr, profesor di University of Arizona, eksim sejak bayi dapat menjadi indikator awal risiko asma pada anak.

Mengetahui keterkaitan antara eksim dan gangguan pernapasan membantu deteksi dini untuk penanganan kesehatan anak yang lebih terarah.

Baca Juga: 4 Tipe Asma Berdasarkan Penyebab dan Gejalanya untuk Menentukan Perawatan yang Paling Efektif

Berikut waspadai eksim pada bayi sebagai indikator awal gangguan pernapasan saat anak bertambah usia dilansir dari laman Healthcentral, Kamis (8/5):

1. Keterkaitan Sistem Imun

Eksim dan asma berkaitan melalui respons sistem imun tubuh terhadap pemicu peradangan. Gangguan kulit seperti eksim bisa mencerminkan reaksi imun yang tidak seimbang.

Ketidakseimbangan ini juga berperan dalam munculnya asma. Hubungan keduanya disebut sebagai atopic march.

2. Gejala Non-Pernapasan Signifikan

Eksim dan beberapa gejala saluran pencernaan seperti muntah dan diare ditemukan sebagai indikator risiko asma. Temuan ini menunjukkan bahwa sinyal dari luar sistem pernapasan memiliki peran penting.

Studi menemukan kombinasi gejala tersebut memperkuat prediksi. Hal ini menandakan perlunya pemantauan yang lebih luas.

3. Data Pendukung Kuat

Penelitian yang diterbitkan di The Journal of Allergy and Clinical Immunology melibatkan 393 anak sejak lahir hingga usia 7 tahun. Hasilnya, 17% dari mereka mengalami asma pada usia tersebut.

Eksim menjadi salah satu faktor yang diamati dalam prediksi tersebut. Hasilnya menunjukkan keterkaitan signifikan antara eksim dan asma.

4. Proporsi Risiko Cukup Besar

Sekitar 50% anak dengan eksim mengalami kondisi alergi lain termasuk asma. Angka ini menunjukkan korelasi yang cukup tinggi dan relevan untuk diperhatikan sejak dini.

Risiko ini bukan sekadar kemungkinan kecil tetapi layak ditindaklanjuti. Pemantauan sejak awal bisa memberikan manfaat besar.

5. Peran Genetika dan Lingkungan

Faktor keturunan dan paparan mikrobioma lingkungan berpengaruh pada respons imun. Kurangnya paparan mikroorganisme tertentu dapat membuat tubuh rentan.

Hal ini berdampak pada sistem imun yang lebih sensitif terhadap pemicu. Efeknya bisa terlihat dalam bentuk eksim dan berkembang menjadi asma.

6. Dampak Terhadap Kesehatan Anak

Asma merupakan kondisi kronis yang memengaruhi 6,5% anak di bawah 18 tahun di AS. Gangguan ini menimbulkan gejala seperti sesak napas, batuk, dan mengi.

Jika diketahui sejak awal, intervensi medis dapat dilakukan lebih efektif. Ini memberi peluang mengurangi dampak jangka panjang.

7. Deteksi Dini dan Pemantauan

Mendeteksi gejala seperti eksim secara dini membantu mengenali risiko yang lebih luas. Pemeriksaan lanjutan bisa dilakukan jika gejala berlanjut atau muncul indikasi alergi lain.

Kolaborasi antara keluarga dan tenaga medis penting dilakukan. Langkah ini mendukung pengelolaan kesehatan anak secara optimal.

Eksim sejak usia dini sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai gangguan kulit, melainkan juga sebagai sinyal potensi gangguan pernapasan di masa tumbuh kembang anak.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore