
Rumah di Pakem Sleman yang jadi tempat penampungan sebelas bayi. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
JawaPos.com - Temuan 11 bayi di salah satu rumah warga di wilayah Hargobinangun, Pakem, Sleman, Jogjakarta turut menarik atensi dari pemerintah setempat. Bupati Sleman Harda Kiswaya menjanjikan perbaikan tata kelola pengasuhan bayi atau daycare di wilayahnya.
”Daycare ini yang saya pahami bukan konteks pendidikan. Tetapi, lebih pada pengasuhan sehingga tata kelolanya kami akan perbaiki,” kata dia dikutip dari pemberitaan Jawa Pos Radar Jogja pada Selasa (12/5).
Menurut mantan sekretaris daerah (sekda) Sleman tersebut, fokusnya saat ini adalah memberikan perlindungan dan analisa terkait penyakit yang dialami sejumlah bayi. Mengingat dari 11 bayi ada 3 yang dinyatakan sakit. Selain itu, pihaknya akan melakukan tinjauan perizinan pada daycare di Kabupaten Sleman.
”Peristiwa Kota Jogja jadi peringatan bagi kita semua, tapi belum tentu hal itu terjadi di Sleman,” ujarnya.
Secara terpisah, Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda memastikan pihaknya bakal melakukan evaluasi organisasi perangkat daerah (OPD) yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat per 3 bulan. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi agar tidak ada lagi kecolongan kasus serupa.
Menurut Gustan, temuan 11 bayi di Sleman adalah pengingat bersama bahwa evaluasi kinerja pemerintah perlu dilakukan secara berkala. Berkaitan dengan hal itu, Kepala Dinas Sosial Sleman Wawan Widiantoro menyampaikan, saat ini dia tengah mengupayakan mengembalikan anak-anak itu kepada orang tua masing-masing.
Wawan menyebut, itu sangat penting demi menjamin hak asal usul bayi tidak sampai putus dengan orang tua kandung. Dia memastikan, 2 bayi yang telah diambil orang tua kandungnya sendiri sudah melalui proses asesmen yang ketat dari pekerja sosial. Jika di kemudian hari orang tua tidak mampu mengasuh, anak itu bisa ditampung di dinas sosial lewat mekanisme khusus.
”Jadi, kalau ada orang tua kandung yang ngaku-ngaku kami lakukan asesmen dulu. Termasuk nanti kalau ada yang mau mengunjungi balai, ada prosedurnya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Matheus Wiwit Kustiyadi mengungkapkan bahwa 3 bayi yang dirawat di rumah sakit menderita penyakit yang berbeda. Yakni sakit jantung bawaan, kuning, dan hernia. Bayi pengidap kuning dan hernia sudah dalam keadaan stabil. Sedangkan bayi yang sakit jantung masih butuh perawatan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022