Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 18.28 WIB

Polisi Temukan 11 Bayi Diasuh Warga di Sleman, Bupati Janjikan Perbaikan Tata Kelola

Rumah di Pakem Sleman yang jadi tempat penampungan sebelas bayi. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)  - Image

Rumah di Pakem Sleman yang jadi tempat penampungan sebelas bayi. (Delima Purnamasari/Radar Jogja) 

JawaPos.com - Temuan 11 bayi di salah satu rumah warga di wilayah Hargobinangun, Pakem, Sleman, Jogjakarta turut menarik atensi dari pemerintah setempat. Bupati Sleman Harda Kiswaya menjanjikan perbaikan tata kelola pengasuhan bayi atau daycare di wilayahnya.

”Daycare ini yang saya pahami bukan konteks pendidikan. Tetapi, lebih pada pengasuhan sehingga tata kelolanya kami akan perbaiki,” kata dia dikutip dari pemberitaan Jawa Pos Radar Jogja pada Selasa (12/5).

Menurut mantan sekretaris daerah (sekda) Sleman tersebut, fokusnya saat ini adalah memberikan perlindungan dan analisa terkait penyakit yang dialami sejumlah bayi. Mengingat dari 11 bayi ada 3 yang dinyatakan sakit. Selain itu, pihaknya akan melakukan tinjauan perizinan pada daycare di Kabupaten Sleman.

”Peristiwa Kota Jogja jadi peringatan bagi kita semua, tapi belum tentu hal itu terjadi di Sleman,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda memastikan pihaknya bakal melakukan evaluasi organisasi perangkat daerah (OPD) yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat per 3 bulan. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi agar tidak ada lagi kecolongan kasus serupa.

Menurut Gustan, temuan 11 bayi di Sleman adalah pengingat bersama bahwa evaluasi kinerja pemerintah perlu dilakukan secara berkala. Berkaitan dengan hal itu, Kepala Dinas Sosial Sleman Wawan Widiantoro menyampaikan, saat ini dia tengah mengupayakan mengembalikan anak-anak itu kepada orang tua masing-masing.

Wawan menyebut, itu sangat penting demi menjamin hak asal usul bayi tidak sampai putus dengan orang tua kandung. Dia memastikan, 2 bayi yang telah diambil orang tua kandungnya sendiri sudah melalui proses asesmen yang ketat dari pekerja sosial. Jika di kemudian hari orang tua tidak mampu mengasuh, anak itu bisa ditampung di dinas sosial lewat mekanisme khusus.

”Jadi, kalau ada orang tua kandung yang ngaku-ngaku kami lakukan asesmen dulu. Termasuk nanti kalau ada yang mau mengunjungi balai, ada prosedurnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Matheus Wiwit Kustiyadi mengungkapkan bahwa 3 bayi yang dirawat di rumah sakit menderita penyakit yang berbeda. Yakni sakit jantung bawaan, kuning, dan hernia. Bayi pengidap kuning dan hernia sudah dalam keadaan stabil. Sedangkan bayi yang sakit jantung masih butuh perawatan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore