
Ilustrasi AC mobil. (astra-daihatsu.id)
JawaPos.com – AC mobil seharusnya memberikan kenyamanan dengan udara yang sejuk dan segar selama berkendara.
Namun, dalam kondisi tertentu, udara dari AC justru bisa membahayakan kesehatan jika terkontaminasi zat berbahaya.
Kasus yang sering disebut sebagai “keracunan AC mobil” ini bukan sekadar mitos. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari masalah teknis pada sistem AC hingga paparan zat kimia di dalam kabin kendaraan.
Jika dibiarkan, dampaknya bisa memicu gangguan pernapasan hingga keluhan kesehatan lainnya, bahkan bisa berakibat fatal.
Dilansir dari Daihatsu dan Auto2000, terdapat sejumlah penyebab keracunan AC mobil yang perlu diwaspadai oleh pengendara. Berikut tujuh penyebab yang perlu diketahui.
Freon merupakan zat pendingin utama dalam sistem AC mobil. Jika terjadi kebocoran, freon dapat bercampur dengan udara di dalam kabin.
Paparan freon dalam jangka waktu tertentu bisa menimbulkan gejala seperti pusing, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan.
Kondisi ini sering kali tidak disadari karena tidak selalu menimbulkan bau yang mencolok.
Filter kabin berfungsi menyaring udara sebelum masuk ke dalam mobil. Jika filter jarang dibersihkan atau diganti, kotoran akan menumpuk dan menjadi tempat berkembangnya bakteri serta mikroorganisme.
Udara yang dihasilkan AC mobil pun menjadi tidak sehat dan berisiko memicu alergi atau infeksi saluran pernapasan.
Saluran AC yang lembap menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri. Mikroorganisme ini dapat terbawa bersama udara yang keluar dari AC dan terhirup oleh penumpang.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki sensitivitas pernapasan.
Salah satu penyebab yang cukup berbahaya adalah masuknya gas buang kendaraan ke dalam kabin. Kebocoran pada sistem ventilasi atau mesin dapat memungkinkan asap knalpot masuk.
