
Ilustrasi seorang pasien menjalani pemeriksaan mata Poli Mata RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur. (Dok/Jawa Pos)
JawaPos.com-Glaukoma yang sering disebut sebagai "pencuri penglihatan" menjadi penyebab kedua terbanyak kebutaan di Indonesia. Banyak mitos yang beredar terkait penyakit ini.
Apalagi hingga kini, belum ada obat maupun tindakan yang dapat menyembuhkannya. Sehingga, deteksi dini glaukoma menjadi kunci untuk mencegahnya.
’’Namun, jika muncul gejala seperti sakit kepala hebat, pandangan tiba-tiba kabur, mual, muntah, dan nyeri mata hebat, masyarakat perlu waspada," ucapnya kepada wartawan, Kamis (13/3). "Pasien dengan glaukoma akut memiliki waktu 2 x 24 jam untuk segera menurunkan tekanan bola mata. Jika terlambat, kelainan yang terjadi akan menjadi permanen,” sambungnya
Adapun mitos yang banyak beredar di masyarakat seputar glaukoma, kata dr. Iwan adalah sebagai berikut.
Fakta: Glaukoma dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak muda dan bayi yang lahir dengan glaukoma kongenital. Faktor risiko seperti riwayat keluarga dan penyakit tertentu seperti diabetes juga bisa meningkatkan kemungkinan terkena glaukoma lebih awal.
Fakta: Penggunaan gadget dalam waktu lama memang bisa menyebabkan mata lelah, tetapi tidak secara langsung menyebabkan glaukoma. Penyakit ini lebih berkaitan dengan tekanan bola mata yang meningkat dan kerusakan saraf optik.
Fakta: Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, banyak penderita glaukoma dapat mempertahankan penglihatannya selama bertahun-tahun. Pemeriksaan mata rutin adalah kunci utama untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma.
Fakta: Hingga saat ini, belum ada obat herbal atau metode alternatif yang terbukti secara ilmiah bisa menyembuhkan glaukoma. Pengobatan yang dianjurkan dokter, seperti obat tetes mata, laser, atau operasi, merupakan langkah medis yang terbukti efektif dalam mengendalikan penyakit ini.
Fakta: Glaukoma memiliki faktor genetik yang signifikan. Jika seseorang memiliki anggota keluarga dengan glaukoma, risikonya untuk terkena penyakit ini menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, individu dengan riwayat keluarga glaukoma sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
