
Manfaat Teh Melati untuk Kesehatan. (freepik.com)
JawaPos.Com - Minuman teh telah menjadi bagian dari tradisi dan kebiasaan sehari-hari di banyak budaya, termasuk di Indonesia.
Sering kali teh menjadi minuman yang disajikan di berbagai kesempatan, mulai dari sarapan hingga menemani camilan sore.
Meskipun teh memiliki banyak penggemar dewasa karena rasa dan aroma khasnya, apakah minuman ini benar-benar aman untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan?
Banyak orang tua mungkin tidak menyadari bahwa di balik manfaat yang diakui pada orang dewasa, teh bisa membawa risiko bagi perkembangan anak.
Kandungan teh seperti kafein, tannin, dan zat lainnya ternyata dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi, keseimbangan energi, dan bahkan perilaku anak.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami mengapa teh mungkin bukan pilihan terbaik untuk dikonsumsi anak secara teratur.
Dilansir dari Healthline, inilah 7 alasan utama mengapa teh sebaiknya dihindari oleh anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Salah satu masalah utama dalam teh adalah kandungan kafeinnya. Meskipun tidak setinggi kopi, teh tetap mengandung kafein dalam jumlah yang cukup untuk memengaruhi anak-anak, yang tubuhnya lebih sensitif terhadap zat ini dibandingkan orang dewasa.
Kafein adalah stimulan yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan mengganggu pola tidur anak.
Anak yang mengonsumsi teh terlalu banyak mungkin menjadi lebih sulit tidur, mengalami gangguan tidur seperti insomnia, atau bahkan menjadi lebih gelisah dan hiperaktif pada siang hari.
Kurangnya tidur yang berkualitas pada anak-anak dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan mental mereka.
Teh mengandung zat yang disebut tannin, yang dapat mengikat zat besi dalam makanan. Hal ini mengakibatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh menjadi lebih sulit.
Zat besi adalah mineral penting yang berperan dalam produksi sel darah merah dan mendukung fungsi otak.
Kekurangan zat besi pada anak-anak dapat menyebabkan anemia, yang ditandai dengan rasa lelah, lemas, dan penurunan konsentrasi.
Jika anak-anak secara rutin minum teh, mereka bisa berisiko mengalami kekurangan zat besi yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka secara keseluruhan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
