ilustrasi makanan sehat yang menyebabkan kenaikan berat badan. ( Freepik)
JawaPos.com–Ketika seseorang menderita kanker, pola makan mereka akan diubah berdasar saran dokter disesuaikan dengan kondisi pasien. Mereka harus selalu menjaga rutinitas makan agar cepat sembuh.
Menurut laman John Hopkins Medicine, pengobatan seperti kemoterapi dan terapi radiasi dapat mengakibatkan berbagai efek samping. Seperti konstipasi, diare, kehilangan indra pengecap, mual, dan kelelahan.
Terdapat beberapa jenis pengobatan yang melibatkan steroid yang akan meningkatkan selera makan dan kadar gula darah. Karena itu, pasien-pasien ini akan mengalami kenaikan berat badan.
Pasien kanker pankreas cenderung kesulitan untuk mempertahankan berat badan juga karena pankreas mereka tidak bekerja dengan seharusnya untuk mencerna makanan. Sehingga pasien-pasien ini malah kekurangan berat badan.
Berikut jenis-jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat menjalankan pengobatan kanker menurut laman City of Hope.
Hindari makanan yang tidak dipasteurisasi (susu mentah, telur mentah), daging bebek yang tidak segar dan/atau jeroan. Sebab sering kali tidak dimasak dengan benar. Makanan siap saji, daging dan ikan mentah, serta kecambah. Sebab, terkadang berasal dari habitat yang menampung salmonella dan E.coli.
Selain itu, hindari berbagai jenis melon karena dapat meningkatkan kontaminasi listeria. Juga telur setengah matang atau mentah, nasi, mi, atau pasta, yang dipanaskan ulang.
Pasien disarankan berkonsultasi ke dokter gizi untuk membuat perencanaan diet yang cocok. Berikut jenis makanan yang disarankan untuk pasien kanker.
Protein tumbuhan
Sayuran kaya protein seperti kacang-kacangan dan biji-bijian karena mengandung vitamin dan mineral yang sangat tinggi.
Apabila ingin mengonsumsi produk hewani, disarankan untuk memilih daging ayam atau ikan yang rendah lemak.
Lemak sehat
Lemak tidak jenuh juga memiliki manfaat kesehatan yang tinggi. Makanan yang mengandung lemak sehat contohnya adalah alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan memiliki kandungan omega-3 yang tinggi. Kandungan omega-3 ini dapat membantu menangani inflamasi dan meningkatkan kesehatan jantung.
Karbohidrat sehat

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
