
Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah.
JawaPos.com–Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, hipertensi mendapatkan julukan silent killer. Hal itu terjadi karena banyak kematian karena kondisi itu. Di Indonesia setiap tahun selalu mengalami peningkatan.
Ada beberapa penyebab hipertensi, seperti aktivitas fisik yang sangat tidak dianjurkan serta karena pola makan yang tidak sehat. Banyak mengonsumsi gula, garam, dan lemak. Biasanya penderita hipertensi diharuskan meminum obat darah tinggi.
Namun perlu diperhatikan ternyata ada pantangan yang harus dihindari setelah mengonsumsi obat pereda darah tinggi, karena hal itu bisa mengurangi fungsi obat dan bisa berbahaya. Berikut beberapa pantangan makanan setelah minum obat darah tinggi yang dikutip dari laman Klikdokter.
Pisang adalah makanan pertama yang harus dihindari setelah minum obat darah tinggi. Hal itu karena pisang adalah buah dengan kandungan kalium yang tinggi. Apabila dimakan bersamaan dengan obat darah tinggi akan menyebabkan kadar kalium dalam darah semakin meningkat. Hal tersebut juga bisa menyebabkan kondisi detak jantung menjadi tidak teratur dan terus berdebar.
Terdapat banyak jenis sayuran dengan daun hijau, mulai dari bayam, brokoli, sawi dan lain sebagainya. Semua itu sangat tidak disarankan untuk dimakan setelah mengonsumsi obat darah tinggi. Efek sayuran tersebut yang mengandung vitamin K akan menyebabkan fungsi obat berhenti bekerja karena memiliki fungsi pembekuan darah.
Mengonsumsi obat yang menggunakan warfarin, batasi konsumsi sayuran berdaun hijau, agar obat bisa bekerja lebih maksimal. Alternatif lain bisa mengonsumsi makanan sehat lain yang rendah kandungan vitamin seperti bit, lobak, berbagai jenis labu, ubi manis, dan tomat.
Makanan yang harus dihindari setelah minum obat darah tinggi adalah jeruk Bali. Bahkan tidak hanya obat hipertensi, akan tetapi semua obat yang tergolong anti kolesterol golongan statin baik atorvastatin dan lovastatin, tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan jeruk Bali.
Hal itu karena jeruk bali mengandung sesuatu yang dapat mengganggu enzim-enzim yang mengurai obat saat dalam saluran pencernaan. Dari situ obat tersebut tidak akan bisa bekerja maksimal kepada tubuh hanya akan mendapatkan efek samping dari obat yang dikonsumsi.
Bawang putih saat dikonsumsi bisa meningkatkan risiko perdarahan akibat penggunaan obat antinyeri golongan OAINS (obat antiinflamasi non-steroid), seperti ibuprofen, asam mefenamate, kalium diclofenac, natrium diclofenac, piroksikam, dan meloxicam. Maka dari itu setelah mengonsumsi obat pereda darah tinggi tidak disarankan untuk mengonsumsi bawang putih karena dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk membekukan darah.
Kopi juga menjadi salah satu minuman yang wajib dihindari setelah mengonsumsi obat dengan jenis clozapine. Hal itu karena kandungan kafein pada kopi bisa meningkatkan kadar zat tersebut di dalam darah, di mana bisa meningkatkan risiko efek samping dari obat tersebut. Selain itu mengonsumsi kafein berlebihan dapat menghambat efek obat-obatan dalam keadaan darurat.
Baik susu, yoghurt, dan keju, apabila dikonsumsi setelah minum obat antibiotik, seperti tetracycline dan ciprofloxacin; serta obat osteoporosis seperti alendronate, dapat memperlambat atau mencegah penyerapan obat-obatan tersebut sehingga tidak bisa memberikan efek yang maksimal.
Proses penyerapan obat terganggu karena kalsium yang terdapat pada usus dan produk olahan lainnya sangat berikatan dengan antibiotik saat berada di dalam lambung dan usus dua belas jari.
Mengonsumsi alkohol saat setelah minum obat, bisa mengalihkan fungsi obat, bahkan bisa menyebabkan efek samping obat menjadi lebih parah dan lebih kuat. Beberapa obat di antaranya yang sangat berbahaya jika dikonsumsi dengan alkohol adalah antihistamin, obat anti nyeri seperti kodein dan parasetamol, obat antidiabetes, obat anti HIV/AIDS, serta antibiotik.
Selanjutnya adalah minuman yang wajib dihindari setelah mengonsumsi obat adalah teh. Hal itu karena teh mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan berkurangnya kerja obat terhadap tubuh. Solusi yang tepat adalah mengonsumsi teh hitam pada rentan waktu sekitar satu sampai dua jam setelah minum obat. Adapun bahan kimia tersebut bernama tanin
Ada beberapa makanan yang difermentasi atau diawetkan seperti keju tua, acar yang difermentasi, kornet, dan ikan asin. Lagi - lagi hal itu bisa menyebabkan fungsi obat terhadap tubuh menjadi berkurang dan tidak maksimal. Sehingga harus menghindari hal tersebut agar obat yang diminum bekerja efektif tanpa menimbulkan efek samping merugikan dan tetap selalu perhatikan cara penggunaan dan waktu minum yang tepat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
