
Berikut 7 Makanan yang Harus Dihindari Pasca Umur 50 Tahun (The Resident)
JawaPos.com- Makanan memiliki peran penting bagi tubuh Anda. Tak terkecuali orang lanjut usia (lansia) yakni saat usia Anda memasuki umur 50 tahun keatas. Tampaknya harus pandai dalam mengontrol dan menjaga pola makan sehari-hari saat Anda.
Tidak semua makanan baik bagi lansia, terdapat beberapa makanan yang harus dihindari saat Anda menginjak usia 50 tahun ke atas. Meski makanan tersebut terbilang enak, namun jenis makanan yang dilarang itu dapat merugikan kesehatan tubuh Anda.
Saat usia 50 tahun ke atas, cobalah untuk makan makanan sehat setiap harinya. Berikut ini tujuh makanan yang harus dihindari pasca umur 50 tahun menurut Sun Health Communities yang dilansir oleh JawaPos.com, Sabtu (11/5):
Baca Juga: Miris, Bayi Perempuan Dibuang Ortunya di Depan Rumah Warga, Ada Sepucuk Surat di Dalam Selimutnya
Makanan kurang matang seperti telur, daging, unggas, dan sushi dapat menyebabkan keracunan makanan yang dapat memicu sepsis dan syok septik. Meskipun siapa pun dapat terkena infeksi dan sepsis, orang lanjut usia mempunyai risiko lebih tinggi.
Jika Anda mengkonsumsi obat tertentu untuk mengobati tekanan darah tinggi, kecemasan, atau insomnia, Anda mungkin disarankan untuk tidak makan jeruk bali.
Alasannya karena jeruk bali dan jus jeruk bali dapat meningkatkan efek beberapa obat sehingga berpotensi membahayakan.
Terlalu banyak garam bisa menjadi masalah bagi orang lanjut usia, terutama jika Anda memiliki riwayat hipertensi. Jika makanan Anda kurang rasa, coba tambahkan berbagai jenis bumbu dan rempah daripada menambahkan garam meja.
Kafein tidak hanya menghalangi banyak orang untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak, tetapi juga dapat meningkatkan kecemasan dan membuat jantung Anda berdetak lebih cepat atau tidak teratur. Ini bisa berbahaya jika Anda memiliki penyakit jantung.
Selain kopi, kafein juga ditemukan di banyak teh, beberapa soda, coklat dan bahkan beberapa obat, termasuk obat pereda nyeri yang dijual bebas.
Minuman bersoda dingin mungkin terasa menggoda jika Anda sedang kepanasan dan haus, namun soda dan banyak minuman olahraga mengandung banyak gula.
Pada pandangan pertama, produk minuman atau makanan yang mengandung pemanis buatan mungkin tampak sebagai alternatif yang baik untuk produk yang tinggi gula, namun sebenarnya tidak.
Penelitian menunjukkan bahwa pemanis buatan berkontribusi terhadap penambahan berat badan dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Meskipun kalorinya mungkin lebih rendah, Anda mungkin tergoda untuk mengonsumsi lebih banyak produk ini untuk memuaskan rasa manis.
Menikmati minuman beralkohol sesekali tidak berbahaya bagi banyak orang. Namun, jika Anda menderita penyakit kronis, seperti diabetes, atau Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antihistamin, obat pereda nyeri (analgesik), dan obat hipertensi (tekanan darah tinggi), alkohol sebaiknya dihindari.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
