
ilustrasi ibu hamil dan hasil USG. (Freepik)
JawaPos.com – Teknologi pencitraan ultrasonografi (USG) telah menjadi alat penting dalam dunia kedokteran untuk diagnosis dan pemantauan kondisi kesehatan.
Dalam perkembangannya, USG telah berevolusi dari bentuk 2 dimensi (2D) menjadi bentuk 3 dimensi (3D) dan bahkan mencapai kemampuan 4 dimensi (4D). Pemindaian ultrasonografi merupakan alat klinis yang penting dalam memberikan gambaran anatomi internal janin, serta berbagai sistem organ lainnya.
Dilansir JawaPos.com dari newsmeical.net Kamis (9/5), kekuatan gelombang yang dipantulkan, dan waktu yang dibutuhkan untuk kembali, menjadi dasar untuk menafsirkan informasi menjadi gambar yang terlihat. Berikut perbedaannya:
Baca Juga: Cegah Kematian Bayi, Kemenkes Berencana Kirim Alat USG Periksa Kandungan Pada 10 Ribu Puskesmas
1. USG 2D: Melihat Struktur dalam Dua Dimensi.
USG 2D adalah bentuk paling dasar dari teknologi USG. Dalam mode ini, gambar yang dihasilkan menampilkan struktur internal tubuh dalam dua dimensi, seperti bayangan hitam-putih.
Ini adalah alat yang umum digunakan untuk melihat organ dalam, pembuluh darah, dan janin selama kehamilan. Sebagian besar evaluasi rinci anatomi dan morfologi janin, hingga saat ini, telah dilakukan dengan menggunakan USG 2D.
2. USG 3D: Melihat Struktur dalam Tiga Dimensi.
USG 3D mengambil teknologi USG ke tingkat berikutnya dengan menampilkan gambar dalam tiga dimensi. Ini memberikan perspektif yang lebih realistis dan mendetail tentang struktur tubuh, memungkinkan dokter untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang anatomi dan kondisi pasien.
USG 3D sering digunakan dalam diagnosis kondisi yang kompleks, seperti kelainan janin atau masalah keberlanjutan. Data dapat ditampilkan menggunakan format multiplanar atau rendering gambar, yang merupakan proses terkomputerisasi yang mengisi kekosongan untuk menghasilkan gambar 3D yang halus.
3. USG 4D: Melihat Gerakan dalam Empat Dimensi.
USG 4D, atau ultrasonografi empat dimensi, menambahkan dimensi waktu ke dalam gambar, sehingga memungkinkan untuk melihat gerakan dalam waktu nyata. Ini sering digunakan dalam pemindaian kehamilan untuk melihat gerakan janin, seperti gerakan wajah atau kaki.
Selain itu, USG 4D juga berguna dalam mendeteksi kelainan jantung atau masalah keberlanjutan lainnya yang melibatkan gerakan organ dalam. Pencitraan USG 4D dikaitkan dengan keuntungan yang sama dengan 3D, sekaligus memungkinkan dokter mempelajari pergerakan berbagai organ tubuh yang bergerak.
Setiap jenis USG memiliki keunggulan dan keterbatasan masing-masing. USG 2D umumnya merupakan pilihan awal untuk pemeriksaan rutin karena biayanya yang lebih rendah dan kesederhanaannya.
USG 3D dan 4D menawarkan informasi tambahan yang berharga dalam diagnosis kondisi medis yang kompleks, tetapi seringkali memerlukan peralatan yang lebih canggih dan biaya yang lebih tinggi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
