Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Maret 2024 | 18.24 WIB

Waspada! Konsumsi Vitamin D Berlebihan Bisa Berakibat Fatal: Bukti Kasus Kematian Lansia di Inggris karena Overdosis

Ilustrasi vitamin D dalam bentuk kapsul./(Freepik) - Image

Ilustrasi vitamin D dalam bentuk kapsul./(Freepik)

JawaPos.com – Seorang koroner di Surrey, Inggris, telah mendesak adanya perubahan pada peraturan dan edukasi terkait suplemen vitamin D setelah seorang pria berusia 89 tahun, David Mitchener, meninggal karena overdosis.

Pada bulan Mei 2023 lalu, penyelidikan atas kematian David Mitchener di Rumah Sakit East Surrey telah selesai.

Penyelidikan tersebut menyimpulkan bahwa Mitchener meninggal akibat keracunan vitamin D, seperti yang dilansir dari BBC, Sabtu (2/3).

Selain kareba keracunan vitamin D, Mitchener juga memgalami hiperkalsemia (kadar kalsium tinggi dalam darah), serta gagal ginjal dan jantung.

Kesimpulan akhir dari penyelidikan ini adalah kematian tak terduga akibat kesalahan (misadventure).

Seorang Koroner yang menangani kasus ini setelah kematian Mitchener, telah menulis kepada Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial serta Badan Standar Makanan (FSA) untuk mendesak perubahan terkait regulasi dan edukasi suplemen vitamin D.

Laporan dan Risiko Overdosis Vitamin D

Laporan menyebutkan bahwa Mitchener telah mengonsumsi suplemen vitamin D selama sedikitnya sembilan bulan sebelum kematiannya.

Sebelum meninggal, hasil tes menunjukkan kadar vitamin D dalam darahnya mencapai 380, yang merupakan batas maksimum yang dapat diukur oleh laboratorium.

Menurut pedoman NHS (National Health Service), mengonsumsi suplemen vitamin D dalam jumlah berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan hiperkalsemia, yaitu kondisi di mana terlalu banyak kalsium menumpuk di dalam tubuh.

Hal ini dapat merusak ginjal dan jantung. NHS merekomendasikan asupan vitamin D harian sebesar 10 mikrogram untuk kebanyakan orang.

Koroner, dalam laporannya, mengkritik kurangnya regulasi dan edukasi terkait suplemen vitamin D, dan menyatakan bahwa hal ini dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Dilansir dari laman Daily Mail, Sabtu (2/3), Koroner tersebut mendesak dan merekomendasikan beberapa perubahan, termasuk:

Membatasi penjualan suplemen vitamin D dosis tinggi: Suplemen vitamin D dengan dosis tinggi hanya boleh tersedia dengan resep dokter.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore