Batas harian konsumsi gula, garam dan lemak. (WHO/emro.who.int)
JawaPos.com - Menerapkan pola makan yang baik setiap harinya diyakini selain dapat menjaga kesehatan tubuh dan terhindar dari penyakit, juga dapat menjadi alternatif untuk menjaga kulit agar tetap muda.
Diketahui, makanan manis dengan kadar gula tinggi, makanan asin dengan kadar garam tinggi dan makanan tinggi lemak dapat berkontribusi dalam penuaan diri dan penurunan fungsi tubuh.
Untuk membantu mencegah hal tersebut terjadi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan agar masyarakat mulai dapat membatasi konsumsi atau asupan gula, garam dan lemak di setiap harinya.
Lalu, berapakah batas minimal konsumsi ketiga bahan tersebut setiap harinya? Dikutip dari website resmi Dinkes Gunungkidul, berikut batas sehat kadar gula, garam dan lemak yang masuk kedalam tubuh menurut Kemenkes RI dan organisasi kesehatan dunia (WHO).
1. Gula
Dalam diet gula ini, Kemenkes RI merekomendasikan batas sehat konsumsi gula adalah sebanyak 50 gram saja setiap harinya, atau sekitar 4 sendok makan.
Menkonsumsi gula sesuai kadar yang ditetapkan dapat membantu Anda terhindar dari risiko karies gigi (kerusakan gigi). Selain itu, konsumsi gula berlebih juga berkontribusi terhadap penambahan berat badan tidak sehat. Bahkan dapat menyebabkan obesitas.
Sebagai alternatif, Anda dapat mengurangi asupan gula dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula dalam jumlah tinggi (misalnya minuman manis, camilan manis, dan permen).
Barengi juga dengan konsumsi buah-buahan segar dan sayuran mentah sebagai camilan. Hal tersebut bisa jadi solusi bagi orang yang suka nyemil.
2. Garam
Mulailah kurangi juga konsumsi makanan asin yang mengandung banyak garam. Setiap harinya, usahakan konsumsi garam jangan sampai melebihi 5 gram atau 1 sendok teh. Hal itu penting untuk diketahui, sebab, kebanyakan orang masih sering mengonsumsi terlalu banyak garam (rata-rata 9–12 g garam per hari).
Konsumsi garam yang tinggi ini, berkontribusi terhadap timbulnya penyakit tekanan darah tinggi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan penyakit berbahaya lainnya.
Sebagai alternatifnya, Anda dapat mengurangi konsumsi garam dengan cara tidak menambahkan garam, kecap atau kecap ikan pada makanan. Jangan biasakan untuk menyimpan garam di atas meja, batas konsumsi jajanan asin, memeriksa label makanan dan memilih produk dengan kandungan natrium lebih rendah.
Anda juga bisa mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar untuk meningkatkan kalium. Untuk diketahui, kalium dapat mengurangi efek negatif dari peningkatan konsumsi natrium pada tekanan darah.
3. Lemak
Untuk lemak, Kemenkes RI merekomendasikan agar setiap harinya seseorang tidak mengkonsumsi lemak ini lebih dari 67 gram atau sekitar sendok makan minyak. Hal tersebut dapat membantu dalam mencegah penambahan berat badan yang tidak sehat.
Selain itu, usaha tersebut juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit tidak menular (seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker). Caranya, kurangilah lemak jenuh yang biasanya ada dalam daging berlemak, mentega, minyak kelapa, krim, keju, ghee, dan lemak babi.
Kurangi juga lemak trans yang biasa ditemukan dalam makanan olahan, makanan cepat saji, makanan ringan, gorengan, pizza beku, pai, kue kering, margarin, dan olesan. Biasakanlah untuk mulai mengkonsumsi lemak tak jenuh seperti ikan, alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, kedelai, kanola, bunga matahari, dan minyak jagung.
Ubahlah cara memasak untuk mengurangi asupan lemak dengan menghilangkan bagian daging yang berlemak, gunakan minyak sayur (bukan minyak hewani), dan masaklah makanan dengan direbus, dikukus, atau dipanggang, bukan digoreng.