Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Januari 2024 | 21.15 WIB

Mengenal RIRS, Teknologi untuk Mudahkan Pengobatan Batu Ginjal Menggunakan Perangkat Mikro

Ilustrasi: Penyakit batu ginjal. (UW Medicine). - Image

Ilustrasi: Penyakit batu ginjal. (UW Medicine).

JawaPos.com - Salah satu masalah utama urologi yang diderita oleh masyarakat di Indonesia adalah batu ginjal dan saluran kencing. Untungnya, saat ini teknologi kedokteran juga berkembang dengan sangat pesat sehingga memudahkan baik tenaga medis atau pasien saat melakukan pengobatan.
 
Salah satu yang sedang in saat ini adalah dengan menggunakan metode RIRS (Retrograde Intrarenal Surgery) untuk para pasien batu ginjal. RIRS telah menjadi terobosan dalam dunia bedah untuk pengobatan batu ginjal. 
 
Metode minimal invasif ini diklaim tidak hanya efektif mengatasi masalah batu ginjal, tetapi juga memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan dengan metode bedah lainnya. Namun sebelum lebih jauh membedah teknologi RIRS, ketahui dulu jenis-jenis pengobatan pada pasien batu ginjal.
 
Prof. DR. dr. Nur Rasyid, Sp.U (K), yang merupakan salah satu dokter spesialis di RS Siloam ASRI menjelaskan mengenai beberapa jenis pengobatan atau tindakan medis untuk pasien dengan penyakit batu ginjal. Menurutnya, terdapat beberapa tindakan medis yang dapat dipertimbangkan untuk mengobati penyakit batu ginjal. 
 
 
Pertama ada Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) yaitu proses non-invasif yang menggunakan gelombang kejut untuk memecahkan batu ginjal menjadi fragmen yang lebih kecil. "Fragmen ini kemudian akan keluar secara alami melalui saluran kemih. Metode ini efektif untuk batu ginjal yang ukurannya relatif kecil dan tidak keras," jelasnya di Jakarta.
 
Kedua adalah Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) yaitu prosedur pengangkatan batu ginjal menggunakan alat khusus dengan membuat sayatan kecil pada kulit dengan alat endoskopi memasuki saluran ginjal. PCNL biasanya direkomendasikan untuk batu ginjal yang cukup besar atau untuk kasus yang tidak dapat diatasi dengan metode non-invasif lainnya.
 
Dan terakhir yakni Retrograde Intrarenal Surgery atau RIRS tadi, yaitu prosedur bedah yang diaplikasikan untuk mengobati batu ginjal dan kelainan sistem saluran kemih lainnya. Teknik ini merupakan metode minimal invasif yang telah terbukti efektif dalam mengatasi masalah batu ginjal. 
 
"Pengobatan dengan metode RIRS dilakukan dengan memasukkan alat endoskopi kecil dari saluran kemih bawah (kandung kemih) lalu naik ke saluran kemih bagian atas kemudian ke saluran di dalam ginjal, alat ini bisa mencapai semua saluran di ginjal karena fleksibel," imbuh dr. Nur Rasyid.
 
Adapun, dalam wawancaranya, Guru Besar Universitas Indonesia ini berfokus untuk membahas lebih detail mengenai metode RIRS. Retrograde Intrarenal Surgery atau yang biasa disingkat dengan RIRS bermanfaat untuk melakukan diagnosis sekaligus tindakan pengobatan kelainan di saluran kencing mulai ureter hingga ke ginjal. 
 
"Singkatnya, metode RIRS menjadi metode yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan permasalahan pada batu ginjal dengan satu prosedur tindakan," terang dr. Nur Rasyid.
 
Beberapa keunggulan yang didapat ketika seorang pasien memilih untuk menggunakan metode RIRS pada penanganan penyakit batu ginjal, diantaranya yaitu metode minimal invasif lantaran RIRS merupakan prosedur yang tidak ada sayatan pada tubuh. 
 
 
Oleh karena itu, pasien mengalami waktu pemulihan yang lebih singkat, nyeri yang berkurang, dan risiko infeksi yang lebih rendah dibandingkan dengan metode bedah terbuka. Digadang-gadang juga, RIRS memungkinkan menghabiskan batu ginjal dengan akurasi yang lebih tinggi. 
 
Dengan menggunakan teknologi ureteroskop fleksibel dan sinar laser, batu ginjal yang sulit dijangkau dapat dipecahkan menjadi fragmen kecil, pasir, hingga debu dan dikeluarkan selama prosedur dan Sebagian kecil melalui saluran kemih secara alami.
 
RIRS juga diyakini dapat digunakan untuk mengatasi batu ginjal berukuran kurang lebih hingga 2 cm yang sulit diangkat menggunakan metode bedah lainnya. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk mencapai lokasi sulit dijangkau dalam saluran kemih atas dan ginjal dengan presisi tinggi.
 
RIRS memungkinkan penanganan yang disesuaikan dengan setiap pasien. Dokter spesialis yang melakukan tindakan dapat merancang strategi yang tepat berdasarkan ukuran, lokasi, dan karakteristik batu ginjal pasien.
 
"Secara prinsip, metode ini dilakukan dengan memasukkan teropong kecil melalui saluran kemih bagian bawah hingga ke kandung kemih. Selanjutnya, teropong kecil akan terus masuk melalui saluran kemih bagian atas (ureter) dan masuk ke ginjal. Dokter urologi dapat menggunakan laser untuk memecah batu ginjal menjadi fragmen kecil bahkan sampai menjadi pasir dan debu, kemudian alat penghisap dengan mudah mengeluarkannya atau bisa sisanya melalui urine," pungkas dokter yang pernah meraih Best Poster Presentation in WCE (World Congress EndoUrology) 2010 di Barcelona itu.
 
Prinsip yang digunakan dalam metode RIRS ini terbilang menguntungkan karena pendekatan minimal invasif dapat mengurangi risiko komplikasi dan mempersingkat waktu pemulihan pasien. Prosedur ini juga memungkinkan dokter untuk memvisualisasikan dan mengobati batu ginjal bahkan lokasi yang sulit dijangkau dalam sistem kemih tanpa harus melakukan sayatan atau operasi terbuka. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore