
Laktoferin mempunyai kontribusi langsung sebagai protein yang bersifat antibakteri dan antivirus. Bahkan, laktoferin diketahui mempunyai sifat antikanker.
JawaPos.com - Nutrisi merupakan bahan dasar pembentuk imunitas atau daya tahan tubuh Si Kecil, termasuk protein. Laktoferin termasuk salah satu protein yang banyak terkandung dalam ASI. Protein jenis ini mempunyai banyak fungsi dalam proses pembentukan daya tahan tubuh Si Kecil, terutama yang berasal dari saluran cerna dan napas.
LAKTOFERIN secara harfiah berasal dari kata lakto (yang berarti berasal dari susu) dan ferin (sejenis protein pengikat zat besi). Laktoferin banyak dikeluarkan melalui berbagai cairan tubuh seperti air susu, air liur, air mata, cairan pencernaan, dan air kencing. Konsentrasi tertinggi laktoferin didapatkan di dalam ASI, terutama kolustrum. Kolustrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama kelahiran Si Kecil. Kadar laktoferin di dalam ASI berkisar 1–6 mg/ml.
Sejak laktoferin ditemukan pada ASI lebih dari 50 tahun yang lalu, protein itu mulai dikenal mempunyai banyak fungsi biologis. Sangat bermanfaat untuk kesehatan Si Kecil. Laktoferin mempunyai kontribusi langsung sebagai protein yang bersifat antibakteri dan antivirus. Bahkan, laktoferin diketahui mempunyai sifat antikanker. Khusus pada pembentukan sistem pertahanan tubuh pada bayi dan Si Kecil, laktoferin mempunyai manfaat multifungsi.
Laktoferin merupakan protein yang berada di garis depan pertahanan tubuh untuk melawan kuman penyakit yang berusaha menyerang tubuh Si Kecil, terutama dari dua pintu masuk ke dalam tubuh Si Kecil, yaitu saluran cerna dan napas.
Laktoferin mempunyai peran membentuk ketahanan dan kesehatan saluran cerna bayi dan Si Kecil melalui cara langsung dan tidak langsung. Dikatakan secara langsung karena laktoferin dapat berperan meningkatkan jumlah bakteri baik dan menekan jumlah bakteri jahat di dalam saluran cerna. Laktoferin berfungsi menekan pertumbuhan bakteri karena laktoferin dapat mengikat zat besi. Zat besi dibutuhkan kuman untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah kolonisasi. Dengan terikatnya zat besi, kuman tidak bisa membentuk kolonisasi yang cukup untuk bisa menimbulkan penyakit.
Laktoferin juga meningkatkan kesehatan saluran cerna secara tidak langsung dengan berperan dalam meningkatkan sel-sel imunitas yang berfungsi khusus di dalam saluran cerna. Pemberian laktoferin pada Si Kecil mempunyai manfaat mengurangi frekuensi dan lamanya muntah serta diare karena infeksi virus pada saluran cerna. Bermanfaat juga mengurangi derajat beratnya diare.
Pada sistem pertahanan tubuh di dalam saluran napas, laktoferin mempunyai manfaat dalam hal mengurangi insiden dan durasi infeksi saluran napas. Sedangkan pada Si Kecil yang berusia lebih besar, laktoferin mempunyai manfaat untuk menurunkan gejala-gejala flu.
Kemampuan laktoferin sebagai protein yang dapat mengikat zat besi mampu meningkatkan kadar zat besi dan kadar hemoglobin dalam darah. Hal itu berguna mengurangi risiko anemia pada Si Kecil. Laktoferin juga bersifat sebagai antioksidan, yakni dapat mencegah kerusakan dan kematian sel, sehingga dapat semakin mendukung sistem pertahanan tubuh Si Kecil.
Pemberian ASI yang optimal sejak dini merupakan langkah paling efektif untuk mencukupi kebutuhan laktoferin pada Si Kecil. Sehingga, Si Kecil mempunyai perlindungan yang efektif terhadap risiko mengalami penyakit infeksi saluran cerna, infeksi saluran napas, anemia, dan bahkan terlindung dari penyakit kanker pada masa depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022