Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Oktober 2023 | 20.51 WIB

Meningkatnya Kasus Cacar Monyet di Indonesia, Komisi DPR IX Dorong Vaksinasi dan Pencegahannya

Vaksin Monkeypox untuk mencegah infeksi penyakit cacar monyet dari virus zoonosis DNA beruntai ganda./freepik.com - Image

Vaksin Monkeypox untuk mencegah infeksi penyakit cacar monyet dari virus zoonosis DNA beruntai ganda./freepik.com

JawaPos.com - Sejak bulan Juli 2022 WHO menetapkan kasus cacar monyet (monkeypox) sebagai darurat kesehatan global.

Cacar monyet disebabkan oleh virus orthopoxvirus dan menular melalui kontak dekat orang atau hewan yang terinfeksi virus monkeypox maupun benda yang terkontaminasi virus ini.

Gejalah dari penyakit cacar monyet berupa cacar air atau terdapat bintik merah.

Lama-lama bintik merah ini berubah menjadi nanah dan menimbulkan benjolan di leher, ketiak atau bagian selangkangan akibat pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Gejalah cacar monyet tidak langsung muncul, biasanya penderita merasakan gejalanya setelah 5-21 hari setelah terinfeksi.

Dikutip pada yankes.kemenkes.go.id, Rabu (25/10), gejalah lainnya cacar monyet yaitu demam, letih atau lemas, menggigil, sakit kepala, nyeri otot dan pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina menyoroti kasus cacar monyet yang banyak terjadi di Jakarta.

Arzeti Bilbina mendorong pemerintah untuk menggencarkan vaksin karena kasus yang semakin meningkat.

Kementerian kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa kasus positif cacar monyet bertambah menjadi 10 kasus sejak terkonfirmasi pada pertengahan 2022 dan semuanya berada di DKI Jakarta.

Kebanyakan pasien cacar monyet adalah laki-laki dengan jumlah 7 pasien positif dengan usia antara 25-35 tahun.

"Stok vaksinnya pun harus diwaspadai, jangan sampai ada kekurangan. Vaksinasi sebagai langkah antisipasi agar penyakit ini tidak terus menyebar. Dan utamakan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori populasi paling berisiko,” ucap Arzeti, dikutip dari dpr.go.id, Rabu (25/10).

Arzeti menerangkan bahwa penyebaran kasus cacar monyet khususnya di wilayah Jakarta perlu digencarkan. Jangan sampai kasus cacar monyet melonjak tinggi dalam waktu yang singkat seperti kaskus Covid-19.

Arzeti menambahkan bahwa perlunya sosialisasi dan edukasi pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dengan baik dan saling setia dengan pasangan.

Menurut kemenkes, mayoritas pasien positif cacar monyet adalah Orang Dengan HIV (ODHIV) dan berorientasi biseksual.

“Kemenkes dapat bekerja sama dengan berbagai kementerian/lembaga seperti dengan Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bahkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),” urai Arzeti.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore