Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Oktober 2023 | 20.31 WIB

Mencegah Resiko Kanker Usia Dini, Hindari Beberapa Makanan Pemicu Kanker Berikut ini

Wanita tersenyum menikmati burger lezat yang baru dibuat dengan kentang goreng dan segelas es kopi di kafe (gettyimages/d3sign) - Image

Wanita tersenyum menikmati burger lezat yang baru dibuat dengan kentang goreng dan segelas es kopi di kafe (gettyimages/d3sign)

JawaPos.com — Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal yang mana sel tersebut bisa tumbuh dan menyebar ke bagian tubuh lainnya bahkan menyebabkan kematian dan merupakan salah satu masalah utama kesehatan masyarakat di dunia.

Pada tahun 2015, berdasarkan data WHO, terdapat 8,8 juta kematian yang diakibatkan oleh penyakit kanker dan dari data Riskesdas tahun 2013, prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4% atau sekitar 347.792 orang.

Biaya penanganan kanker relatif mahal / tinggi mulai dari diagnosis hingga pengobatan.

Pengobatan pasien kanker juga harus menyediakan dana yang cukup besar untuk tindakan kemoterapi, radioterapi, dan lainnya.

Meskipun kanker merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya secara pasti.

Namun hal itu kemungkinan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti merokok / terkena paparan asap rokok, mengkonsumsi alkohol, paparan sinar ultraviolet pada kulit, obesitas dan diet tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan infeksi yang berhubungan dengan kanker.

Para ahli memperkirakan bahwa 40% kanker dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko terjadinya kanker tersebut.

Untuk itu diperlukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat untuk mencegah faktor risiko kanker dan peningkatan program pencegahan dan penanggulangan yang tepat.

Waspadai konsumsi makanan karsinogenik adalah salah satu cara ampuh untuk menghindari munculnya penyakit kanker.

Pola makan yang tidak sehat dan tidak seimbang, seperti kurang serat, banyak lemak, dan berkalori tinggi, serta cemaran yang masuk melalui makanan diketahui dapat memicu terjadinya kanker.

Sebanyak 95% dioksin (zat karsinogenik) masuk tubuh manusia melalui makanan dan sisanya lewat sistem pernapasan dan kulit.

Guna mengurangi risiko kanker, disarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan yang sehat, diantaranya makanan yang menggunakan bahan baku alami dan diolah secara higienis.

Makanan sehat terdiri dari makanan nabati, seperti serealia atau biji-bijian, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan polong-polongan.

Pada bahan pangan nabati terdapat banyak zat-zat gizi seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan terdapat banyak senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan serta serat yang dapat berpotensi menghambat perkembangan kanker.

Berikut adalah beberapa makanan dan minuman dapat menjadi faktor risiko kanker, terutama kanker pada saluran pencernaan. Seperti :

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore