Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Oktober 2022 | 16.55 WIB

Nyeri Kepala Hebat Berujung Stroke, Kenali Metode Pembedahan Kepala

Ilustrasi pembedahan di rkamar operasi sebuah rumah sakit. (Pixabay) - Image

Ilustrasi pembedahan di rkamar operasi sebuah rumah sakit. (Pixabay)

JawaPos.com - Stroke merupakan sebuah kondisi di mana terjadinya gangguan aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke terdiri dari sumbatan dan pecahnya pembuluh darah. Salah satu gejalanya ternyata bisa ditandai dengan sakit kepala.

Dalam keterangan resmi Kementerian Kesehatan, terdapat salah satu contoh pasien stroke dengan keluhan sakit kepala hebat. Setelah diperiksa ternyata ditemukan stroke pendarahan yang diakibatkan oleh suatu kelainan dalam pembuluh darah otak di mana ditemukan tonjolan tipis (aneurisma) sehingga menyebabkan pecahnya dinding pembuluh darah.

Maka salah satu tindakan yang dilakukan adalah pembedahan kepala atau pembedahan clipping pasien aneurisma cerebrovaskular yang dilakukan oleh tim dokter RSUP dr. Hasan Sadikin dengan tim pengampu dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. Mahar Mardjono. Ahli Bedah Saraf RSHS, dr. Ahmad Imron Sp.BS menjelaskan bahwa pembedahan Clipping dilakukan terhadap pasien dengan keluhan sakit kepala hebat.

“Oleh karena itu yang kami lakukan adalah agar pembuluh darah itu tidak pecah lagi dengan mencari daerah pembuluh darah yang mengalami kelainan tersebut. Kami membelah kepala, supaya aneurisma itu ditemukan," katanya.

Setelah pembuluh darah ditemukan, dokter melakukan penjepitan sehingga resiko untuk terjadinya pecah ulang tidak akan terulang kembali. Sebelumnya, pasien sudah mengalami serangan stroke sebanyak dua kali pada tahun 2021 dan tahun 2022 ini.

"Sehingga tindakan clapping ini dilakukan mencegah terjadinya pecah pembuluh darah kembali,’’ ungkap dr. Ahmad Imron.

Sementara itu, Direktur Utama RS PON dr. Mursyid Bustami, Sp.S(K),KIC,MARS mengatakan bahwa operasi yang dilakukan itu adalah tindakan yang paling tinggi dalam penanganan kasus stroke. RSHS merupakan salah satu rumah sakit vertikal diharapkan menjadi rumah sakit paripurna dan diharapkan dapat mengampu rumah sakit rujukan utama yaitu Al Ihsan dan RSUD Karawang beserta ruamh sakit lain di Jawa Barat. Pengampuan ini akan dilakukan hingga level madya.

"Mengingatkan kembali agar kita masyarakat melakukan pencegahan terhadap penyakit stroke yaitu dengan cara pola hidup sehat, kurangi rokok, lakukan pemeriksaan darah, dan kolesterol," tutup dr. Mursyid.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore