Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Juni 2022 | 19.24 WIB

Mengenal Fakoemulsifikasi, Teknik Operasi Katarak Modern untuk Lansia

bu karimin diperiksa tekanan bola matanya dengan alat tonometri oleh petugas sebulum melaksanakan operasi pada acara bakti sosial operasi katarak gratis di kantor pmi - Image

bu karimin diperiksa tekanan bola matanya dengan alat tonometri oleh petugas sebulum melaksanakan operasi pada acara bakti sosial operasi katarak gratis di kantor pmi

JawaPos.com - Usia lanjut atau lansia umumnya mengalami beberapa kondisi kesehatan yang menurun. Salah satunya adalah penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi, hingga jantung. Selain penyakit itu, lansia juga dibayangi penyakit mata katarak.

Karena itu lansia harus menjalani pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pemeriksaan pengukuran gula darah, pemeriksaan tekanan darah, dan skrining katarak. Sehingga deteksi dini dapat mencegah penyakit lainnya.

"Pemeriksaan gula darah, pemeriksaan tekanan darah, dan skrining kesehatan mata yang dicurigai katarak rutin dilakukan. Sehingga dapat memeriksakan kesehatannya, sehingga dapat mendeteksi secara dini gangguan kesehatan yang dialami. Salah satunya gangguan penglihatan yang saat ini masih menjadi permasalahan di Indonesia," kata dr. Astrid Saraswaty Dewi, MARS dalam Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) oleh Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bersama Dinas Sosial Kota Depok baru-baru ini.

Katarak Pada Lansia

Gangguan penglihatan sebagian besar di Indonesia diakibatkan oleh katarak. Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) menyampaikan pada tahun 2017 terdapat 8 juta orang dengan gangguan penglihatan, dari jumlah tersebut sebanyak 81,2 persen gangguan penglihatan di Indonesia disebabkan oleh katarak.

Sebagian besar kasus katarak berhubungan dengan penuaan. Biasanya mulai muncul di usia 40 tahun ke atas dan mulai mengganggu penglihatan rata-rata pada usia di atas 60 tahun. Walaupun demikian, pasien usia lebih muda juga dapat mengalami katarak dengan penyebab lain.

Dokter dari RSUI dr. Meudia Syahidah menjelaskan gangguan penglihatan berpengaruh kepada seluruh aspek kehidupan dan kualitas hidup penderita. Kondisi ini menggangu fungsi penglihatan ditandai dengan lensa mata keruh dan sulit ditembus cahaya yang mengakibatkan penglihatan menjadi buram hingga dapat terjadi kebutaan.

"Maka pentingnya pencegahan termasuk melakukan deteksi dini," tambahnya.

Solusinya

Apabila sudah terdiagnosis menderita katarak, pasien dapat melakukan pengobatan salah satunya dengan tindakan operasi. Operasi katarak dilakukan dengan teknologi fakoemulsifikasi.

Fakoemulsifikasi merupakan teknik operasi katarak modern yang menjadi pilihan operasi katarak saat ini. Mesin canggih yang menggerakkan jarum yang bergetar sesuai frekuensi ultrasonik akan menghancurkan lensa melalui luka yang sangat kecil.

“Hal ini yang menyebabkan operasi katarak dengan teknik fakoemulsifikasi unggul, karena penyembuhan dan rehabilitasi visual menjadi lebih cepat,” katanya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore