Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 April 2022 | 20.38 WIB

Waspada Dampak Makan Gorengan Berminyak Saat Buka Puasa dan Sahur

Gorengan bakwan ala Chef Budiarto menjadi salah satu menu favorit berbuka - Image

Gorengan bakwan ala Chef Budiarto menjadi salah satu menu favorit berbuka

JawaPos.com - Saat berbuka puasa dan sahur, individu disarankan untuk memilih menu sehat dan gizi seimbang. Sebab, seringkali saat buka puasa dan sahur, tradisi makan gorengan berminyak dan bersantan menjadi kebiasaan yang rutin. Jika dilakukan sebulan penuh selama puasa, bakal berdampak bagi kesehatan.

Ahli mengatakan mengonsumsi makanan berminyak dalam jumlah besar atau diet yang tidak seimbang saat berbuka puasa dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Yaitu sakit perut dan gangguan usus yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Ahli Nutrisi Klinis dr. Taiyba Sultana merekomendasikan bahwa selama puasa sebaiknua harus mengkonsumsi makanan yang lambat dicerna termasuk makanan yang mengandung serat. Ia menambahkan berbuka puasa harus dapat mengendalikan diri dari banyak masalah yang berhubungan dengan perut.

“Ramadan adalah masa refleksi spiritual dan siapa saja yang menderita penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, gagal jantung, penyakit paru-paru, dan radang sendi atau mereka yang minum obat, perlu lebih banyak perencanaan dan disiplin untuk menjalankan puasa”, katanya seperti dilansir dari Daily Times, Selasa (12/4).

Dia memperingatkan bahwa pola makan yang buruk di bulan Ramadan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Apa saja dampaknya?

Yaitu sakit perut, mulas, kembung, bersendawa, mual, tingkat energi rendah, dan penambahan berat badan yang tidak diinginkan. Penggunaan produk berminyak yang berlebihan saat buka puasa dan sahur dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Nutrisi kesehatan lainnya dr. Atta Ur Rehman fokus kepada penderita diabetes. Ia mengatakan bahwa penderita diabetes harus membatasi makanan yang tinggi lemak jenuh seperti gorengan. Pasien harus memeriksakan kadar glukosanya setiap kali mengalami gejala hipoglikemia atau hiperglikemia (gula darah tinggi), sarannya.

Solusinya

Masyarakat diimbau untuk makan buah, sayur, produk berbahan dasar susu, terutama yoghurt. Selain itu banyak minum air putih dengan 2-3 liter per hari untuk mencegah diri dari gas lambung, refluks asam, dan masalah lambung lainnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore