
Photo
JawaPos.com - Terdakwa kasus perkosaan 12 santriwati di Bandung, Herry Wirawan dituntut hukuman mati dan juga berupa hukuman tambahan berupa kebiri kimia. Kebiri kimia ternyata bertujuan untuk menurunkan hormon pada pria atau hormon testosteron.
Dilansir dari Healthline, Selasa (11/1), Ahli Farmasi dari Amerika Serikat dr. Femi Aremu mengatakan kebiri kimia adalah penggunaan obat-obatan untuk menurunkan produksi hormon pada organ vital pria. Tujuan dari kebiri kimia adalah untuk menurunkan kadar hormon pria, atau androgen.
Androgen utama adalah testosteron dan dihidrotestosteron (DHT). Menurut tinjauan penelitian 2012, sekitar 90 hingga 95 persen androgen dibuat di testis. Sisanya berasal dari kelenjar adrenal Anda.
Tak Cukup Satu Kali Dosis
Kebiri kimia bukanlah pengobatan satu kali. Dokter akan memberikan obat dengan suntikan atau menanamkannya di bawah kulit.
Tergantung pada obat dan dosisnya. Kebiri kimia harus diulang sesering sebulan sekali atau setahun sekali. Akan tetapi jika tak hati-hati, kebiri kimia bisa memberi efek samping.
Apa saja efeknya?
Hasrat seksual berkurang atau tidak ada. Disfungsi ereksi (DE). 0engecilan buah zakar dan penis. Kelelahan.
Dalam jangka panjang, kebiri kimia juga dapat menyebabkan osteoporosis, glukosa terganggu, depresi, ketidaksuburan, anemia, kehilangan massa otot dan penambahan berat badan
Menurut tinjauan penelitian 2013, efek samping dan komplikasi dapat meningkat semakin lama Anda dalam perawatan. Dokter Anda mungkin merekomendasikan terapi lain untuk mencegah atau meringankan efek samping ini.
Ada juga kekhawatiran bahwa pria yang diobati dengan terapi hormon mungkin memiliki peningkatan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung, masalah dengan pemikiran, konsentrasi, dan memori.
Tak Bersifat Permanen
Kebiri kimia berlangsung selama pasien terus mengonsumsi obat-obatan. Setelah berhenti meminumnya, produksi hormon kembali normal. Efeknya umumnya reversibel. Tetapi jika pasien sudah minum obat untuk waktu yang lama, beberapa efek samping mungkin berlanjut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022