
Suasana area pemakaman khusus jenazah Covid-19 TPU Jombang, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (28/8/2021). Pemerintah mengklaim terjadi penurunan kasus infeksi Covid-19 imbas pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali. Kend
JawaPos.com - Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Jawa Bali sepekan terakhir, kasus aktif Covid-19 terus menurun. Per 30 Agustus 2021 kasus konfirmasi positif Covid-19 secara nasional menurun hingga 90,4 persen.
Hal itu terungkap dalam data Satgas Covid-19. Selain itu dalam satu minggu terakhir, rata-rata keterisian tempat tidur yakni bed occupancy ratio (BOR) nasional berada di angka sekitar 27 persen. Jika dibandingkan dua minggu lalu kasus kematian rata-rata 1000 kasus perhari, mengalami penurunan menjadi sekitar 700 kematian per hari dalam dua minggu terakhir.
Berdasarkan data Satgas per tanggal 22 Agustus 2021, berdasarkan laporan di 34 provinsi, rata-rata cakupan pelaporan monitoring kepatuhan protokol kesehatan di level kelurahan/desa adalah 18,97 persen. Sedangkan provinsi dengan cakupan kelurahan/desa yang melakukan pelaporan monitoring kepatuhan protokol kesehatan tertinggi adalah, Jogjakarta (80,68 persen), Bali (73,97 persen) Gorontalo (67,45 persen), DKI Jakarta (53,18 persen), dan Aceh (45,14 persen).
Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 dr. Dewi Nur Aisyah mengatakan, untuk mempertahankan perkembangan kasus Covid-19 yang terus menunjukkan tren positif, perlu kerjasama seluruh pihak dalam disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan paling mudah dan murah untuk dilakukan. Karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 mengatur pembentukan Satuan Tugas Protokol Kesehatan di fasilitas publik untuk mendukung dan menjamin keamanan masyarakat dari paparan Covid-19 di ruang publik.
Angka Kematian Masih PR
"Kalau kita lihat sejak Juli, kematian banyak disumbang bukan dari usia di atas 60. Tapi dari kelompok 46-59 tahun," kata dr. Dewi.
Menurutnya, angka kematian akan berhasil dicegah jika pasien cepat tertangani. Sebab rata-rata pasien yang datang dalam kondisi berat dan kritis.
"Dan angka kematian tinggi saat awal-awal, kematian pasien bukan terjadi di ICU tapi justru di IGD," katanya secara daring baru-baru ini.
Angka kematian di IGD yakni pada Mei 3,35 persen, Juni 11,05 persen, Juli 14,36 persen. Lalu turun pada Agustus menjadi 6,11 persen.
"Banyak orang datang ke RS dengan saturasi sangat rendah di bawah 80," jelas dr. Dewi.
Menurutnya, saat pasien datang ke RS sudah dalam kondisi sesak napas. Hal itu akan berpengaruh pada masalah kecepatan penanganan.
"Kita masih punya PR di angka kematian. Prosentase angka kasus aktif kita di atas rata-raya dunia. PR-nya angka kematiannya masih di atas rata-rata angka kematian dunia," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022