Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Maret 2021 | 19.19 WIB

Ketahui Perbedaan Gejala Infeksi Telinga pada Bayi dan Dewasa

(netdoctor.uk) - Image

(netdoctor.uk)

JawaPos.com - Peran orang tua, khususnya para ibu yang sering membersihkan kotoran telinga pada bayinya terutama sehabis mandi. Maka sebaiknya hal ini dilakukan hanya pada bagian luar telinga, yaitu sebatas yang terlihat secara kasat mata.

Para bunda harus lebih hati-hati lagi saat membersihkan telinga bayi. Hal ini dikarenakan gendang telinga pada bayi sangat dekat dengan telinga bagian luar. Dan tentunya berbeda dengan anatomi telinga pada orang dewasa.

"Dengan anjuran ini, diharapkan kondisi gendang telinga bayi tetap terjaga dari luka infeksi," kata Dokter Spesialis THT Siloam Hospitals Jambi dr. Arsia Dilla Pramita Sp.THT-KL, melalui IG Live baru-baru ini.

Baca Juga: Ternyata Kotoran Telinga Punya Manfaat untuk Kesehatan

Pada presentasinya, dr. Arsia Dilla mengatakan, infeksi telinga dapat sembuh dan penanganan umumnya dapat dimulai dengan mengatasi rasa nyeri dan mengeradikasi kuman melalui pengobatan antibiotik jika disebabkan oleh bakteri. Biasanya diawali dengan pengalaman memiliki penyakit saluran pernapasan atau alergi seperti batuk pilek yang bisa menyebar ke organ telinga bagian tengah.

Dia menegaskan patofisiologi yang menyebabkan infeksi telinga tengah pada anak berbeda dengan dewasa. Pada anak infeksi lebih mudah terjadi karena tuba lebih pendek, lebih lebar dan lebih horizontal.

Gejala gangguan pendengaran yang terjadi pada anak umumnya yang terjadi adalah :

Sering menarik telinga
Sulit untuk tidur
Tampak lebih rewel dari biasanya
Demam pada suhu tubuh sampai diatas 38 derajat Celcius.
Terdapat cairan yang keluar dari telinga
Kurangnya nafsu makan

Sementara pada orang dewasa gejala umumnya adalah :

Nyeri pada telinga
Penurunan kemampuan pendengaran
Pusing berputar
Sakit kepala
Telinga berdenging

Cara pembersihan telinga yang dilakukan pihak rumah sakit adalah dengan tiga metode, yaitu pertama diambil menggunakan alat jika serumen padat. Lalau kedua, irigasi atau memasukan cairan steril kedalam telinga, dengan harapan serumen akan terbawa keluar. Ketiga, menggunakan alat khusus yang dapat menyedot kotoran telinga, Microsuction.

"Penting untuk memeriksakan dan membersihan telinga sebaiknya rutin dilakukan setiap enam bulan sekali dengan mengunjugi dokter spesialis THT," kata dr. Arsia Dilla.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=HtpK6w4TeCM

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore