
Petugas menunjukan vaskin Sinovac sebelum melakukan vaksinasi covid-19 tahap I di Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021). Tahap I vaksin diberikan kepada pejabat daerah dan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan
JawaPos.com - Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas menjadi salah satu kategori yang tidak bisa divaksin Covid-19. Lalu jika memiliki alergi ringan, atau alergi biasa, bolehkah divaksin Covid-19?
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang diwakili oleh Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Prof Iris Rengganis mengakui, banyak pertanyaan mengenai alergi. Jika seseorang mengalami alergi terhadap suatu bahan apakah boleh dilakukan vaksinasi?
"Reaksi alergi itu sebetulnya kan reaksi yang mengancam nyawa yang kita takutkan pada vaksinasi," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR, Selasa (19/1).
Baca Juga: Pernah Terinfeksi Covid-19, Dokter: Tunggu 8 Bulan Untuk Bisa Divaksin
Reaksi simpang yang paling berat dari alergi, kata Prof Iris, adalah anafilaksis. Anafilaksis adalah reaksi alergi yang mengancam nyawa bisa menimbulkan kematian yang tiba-tiba.
"Jadi kita tidak prediksi apakah seorang ini bisa anafilaksis atau tidak. Walaupun misalnya dia sudah pernah ada riwayat alergi terhadap vaksin yang lain, belum tentu dia alergi terhadap vaksin yang ini. Jadi kami mengatakan di sini layak (divaksin, Red) dengan pengawasan tentunya," tuturnya.
Maka dari itu, pihaknya sudah melakukan edukasi kepada berbagai macam lingkungan dan dokter-dokter di seluruh Indonesia. Prof Iris menyebutkan mengenai alergi makanan, asma bronkial, asma yang terkontrol itu semua bukan alasan untuk tidak divaksinasi.
"Untuk alergi rata-rata semuanya layak untuk divaksinasi asal alerginya terkontrol," katanya.
"Yang belum layak adalah bilamana autoimun karena penyakit autoimun itu mereka banyak mendapat obat-obat yang menekan imun sistem yang kita sebut imunosupresan sehingga antibodi tidak bisa terbentuk dengan baik," tambahnya.
Dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Nomor HK.02.02/4/1/2021, Januari 2021, tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), terdapat beberapa kondisi yang membuat vaksin tidak dapat diberikan, yaitu,
1. Pernah terkonfirmasi menderita Covid-19
2. Sedang hamil atau menyusui
3. Mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir
4. Ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/ konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19
5. Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (pertanyaan untuk vaksinasi ke-2) Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.
6. Penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung coroner) Penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya).
7. Penyakit ginjal (penyakit ginjal kronis/sedang menjalani hemodialysis/dialysis peritoneal/transplantasi ginjal/sindroma nefrotik dengan kortikosteroid)
8. Penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis Penyakit saluran pencernaan kronis
9. Penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun
10. Penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi
11. Penyakit Diabetes Melitus (HbAIC > 58 mmol/mol atau 7,5%
12. Pengidap HIV (CD4 < 200)
13. Penyakit paru (asma, PPOK, TBC)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/ukLKzKyKvf0
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022