
Foto: Effectivecooperation.org
JawaPos.com - Untuk menurunkan jumlah kasus Covid-19 caranya adalah dengan melacak dan mendeteksi kasus. Di Bangladesh, salah satu caranya untuk meningkatkan tes adalah dengan menawarkan biaya tes yang lebih murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam diskusi virtual 'Kampala Principles di Indonesia' oleh Business Call to Action UNDP dan Global Partnership for Effective Development Cooperation (GPEDC), bekerja sama dengan Jerman dan UNDP Indonesia, Anggota Business Leader Caucus,
Saber Chowdhury, memaparkan studi kasus Kampala Principles di Bangladesh, yang berfokus pada triase dan tempat test Covid-19 inovatif di Dhaka. Tempat pengecekan di sana menawarkan tes Covid-19 dengan harga terjangkau untuk masyarakat berpendapat rendah.
"Lebih murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan merupakan kolaborasi antara social enterprise Digital Healthcare Solutions (DH), yayasan Institute for Developing Science and Health Initiatives (ideSHI), dan rumah sakit publik, Mugda Medical College & Hospital di Dhaka," jelasnya baru-baru ini.
Dia mengatakan, studi Kasus Bangladesh merupakan bukti yang kuat dalam kerja sama pembangunan. Menurut Chowdhury, menyebarnya berbagai varian Covid-19, meningkatkan pengujian untuk memenuhi permintaan yang sangat besar dengan cepat menjadi prioritas kesehatan nasional yang terpenting.
Di Dhaka, di mana ada banyak ketakutan publik tentang virus itu, orang-orang mengantre tetapi masih belum dites karena berbagai alasan. Ketika pandemi dimulai, pengujian terbatas pada beberapa rumah sakit umum di mana permintaan dengan cepat melampaui pasokan.
Sementara warga kaya memiliki akses ke opsi pengujian pribadi, ada kebutuhan yang jelas untuk menyediakan pengujian yang dapat diakses dan terjangkau bagi komunitas kurang mampu di Dhaka. Pasalnya penduduk berpenghasilan rendah tidak memiliki akses reguler ke perawatan kesehatan dan tinggal di lingkungan padat penduduk. Untuk itu, kemitraan publik-swasta dibentuk untuk memenuhi kebutuhan saat ini.
"Mulai Juni 2020, stan tersebut menawarkan tes Covid-19 dan perawatan medis gratis kepada penduduk Dhaka. Mitra ini menunjukkan kerjasama yang sangat efektif selama waktu yang mendesak," ungkapnya.
Perlu Kerja Sama Swasta
Kepala Perwakilan UNDP Indonesia,
Norimasa Shimomura, menekankan pentingnya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan peran vital sektor swasta dalam pencapaian tujuan tersebut. Menurutnya, walaupun SDGs tidak dapat dicapai tanpa kontribusi aktif dari sektor swasta, begitu pula sebaliknya.
"Sektor swasta tidak dapat meneruskan praktik bisnisnya tanpa SDGs, di mana SDGs dapat menciptakan lingkungan yang mendukung untuk bisnis yang berkelanjutan,” kata Norimasa.
Wakil Direktur Jenderal Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Uta Bölhoff, memperkenalkan Kampala Principles untuk meningkatkan dan menciptakan kerja sama pembangunan dengan sektor swasta yang efektif di tingkat negara. Sehingga isu-isu seputar pembangunan dan juga kesehatan serta ekonomi masyarakat dapat diatasi bersama. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
