
Ilustrasi energi hijau. (Istimewa)
JawaPos.com - Bangladesh telah meluncurkan langkah-langkah baru untuk mengontrol konsumsi energi. Salah satunya dengan mengurangi jam kerja kantor dan memangkas pengeluaran publik.
Tentunya hal ini akibat konflik di Timur Tengah antara Iran melawan Israel-Amerika Serikat (AS) yang mengganggu pasar bahan bakar global dan membebani pasokan listrik di negara Asia Selatan tersebut.
Seperti dilansir dari Reuters, para pejabat mengatakan langkah-langkah yang disetujui oleh kabinet pada Kamis (2/4) bertujuan untuk menstabilkan situasi energi di Bangladesh, yang sangat bergantung pada impor bahan bakar dan terpukul oleh volatilitas harga dan ketidakpastian pasokan akibat perang AS-Israel dengan Iran.
Baca Juga:Sudah Dilaporkan Sejak 2025, Sahroni Minta Polri Pelaku Pelecehan Seksual Lomba Tahfidz Quran
Berdasarkan aturan baru, kantor pemerintah akan beroperasi dari pukul 9 pagi hingga 4 sore, sementara pasar dan pusat perbelanjaan harus tutup pada pukul 6 sore untuk mengurangi penggunaan listrik.
Pemerintah juga telah memerintahkan pemotongan pengeluaran publik yang tidak penting dan mendesak pengurangan konsumsi daya di industri, dengan pembatasan penerangan yang berlebihan, misalnya.
Kementerian pendidikan bahkan akan mengeluarkan pedoman untuk sekolah mulai Minggu (5/4), dengan opsi seperti penyesuaian jadwal dan peralihan ke kelas daring yang sedang dipertimbangkan.
Pihak berwenang juga akan mengizinkan impor bus listrik bebas bea untuk sekolah, dengan insentif bagi mereka yang berpartisipasi. Bangladesh telah melakukan penjatahan bahan bakar untuk mengurangi kekurangan, selain membatasi penjualan kendaraan dan mempersingkat jam operasional SPBU di tengah pembelian panik, penimbunan, dan antrean panjang.
Pihak berwenang telah memperingatkan bahwa pasokan tetap ketat, meskipun ada sedikit pelonggaran selama hari libur besar. Badan-badan pemerintah Bangladesh berupaya keras untuk mengamankan pasokan energi bagi populasi sekitar 175 juta jiwa, sambil mengeksplorasi sumber alternatif di tengah pasar global yang bergejolak.
Pemerintah juga mencari pembiayaan eksternal lebih dari USD 2,5 miliar untuk membantu membayar impor bahan bakar dan gas alam cair, karena kenaikan biaya energi semakin menekan cadangan devisa.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
