
SIAP PAKAI: Vaksin AstraZeneca tiba di Indonesia Senin (8/3) dan segera digunakan dalam program vaksinasi. (ALESSANDRA TARANTINO/AP PHOTO)
JawaPos.com - Sejumlah negara di Eropa masih menunda penggunaan vaksin AstraZeneca menyusul laporan pembekuan darah pada subjek yang divaksinasi. Meski begitu Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan vaksin AstraZeneca aman dan kejadian pembekuan darah tak sering muncul atau ditemukan pada mayoritas subjek.
Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menerbitkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) pada 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang sudah tiba di tanah air. Menanggapi hal ini, Ahli Spesialis Penyakit Dalam yang juga Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menegaskan, langkah BPOM sudah benar. Sebab semua vaksin yang sudah lolos uji klinis artinya sudah aman pada tahap uji klinis pada hewan dan manusia.
"Vaksin itu sudah melewati uji pra klinis di laboratorium dan hewan. Uji klinis pada manusia ada 1,2, 3. Fase 1 itu justru untuk safety. Jadi sudah terbukti bahwa vaksin AstraZeneca aman di fase 1,2,3 juga di interim report-nya," tegas Prof Zubairi kepada JawaPos.com, Minggu malam (14/3).
Baca Juga: Beda dengan Indonesia, 5 Negara Ini Justru Tolak Vaksin AstraZeneca
Menurutnya, ini dibuktikan juga dengan adanya kejadian pembekuan darah (trombosis koagulasi) pada orang-orang yang mendapatkan vaksin AstraZeneca, di mana kejadiannya tak lebih sering dari kejadian epidemiologi yang biasa. Jadi kesimpulan dari WHO dan beberapa negara di UEA tak usah khawatir bahwa vaksin ini aman.
"BPOM sudah benar. Setelah memperhatikan laporan dari banyak negara kemudian memgeluarkan izin untuk AstraZeneca," katanya.
Lalu Prof Zubairi mengakui memang Denmark, Islandia, Norwegia masih menunda penggunaan vaksin Oxford AstraZenca. Meski begitu, kata dia, WHO sudah memberikan informasi bahwa vaksin AstraZeneca aman.
"Jadi tak usah khawatir bahwa kejadian pembekuan darah atau trombosis setelah vaksin tak lebih sering dari yang kejadian terjadi selama ini setelah ada kejadian vaksin," tegasnya.
Dia meminta masyarakat tidak khawatir apalagi sudah ditegaskan oleh WHO. Bisa dikatakan, lanjutnya, bahwa AstraZeneca berdasarkan bukti ilmiah diyakini cukup aman," katanya.
Bisa Lindungi dari Mutasi
Menurut Prof Zubairi, berdasarkan beberapa uji ilmiah dan juga laporan dari beberapa negara menariknya AstraZeneca bisa memproteksi seseorang dari penularan mutasi virus Brasil Covid-19 jenis P1. Untuk diketahui mutan dari Brasil selain mudah menular dan juga orang yang terinfeksi bisa segera terinfeksi lagi oleh P1 mutan Brasil ini.
"Nah vaksin AstraZeneca punya bukti ilmiah bisa lindungi mutan yang baru dari Brasil yakni P1. Jadi untuk yang khawatir stroke dan trombosis yang lain-lain, ya selain vaksin ya kita juga harus hidup dengan aktivitas yang sehat. Cukup olahraga, cukup sayur buah. Itu lindungi kita dari stroke dan jantung," tutupnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/N0JlzbOTlPY
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
