alexametrics

Dokter: Obat Hipertensi dan Diabetes Rusak Ginjal Tidaklah Tepat

10 Maret 2021, 17:34:39 WIB

JawaPos.com – Penderita penyakit ginjal kronik (PGK) masih bisa hidup dengan sehat dan berkualitas. Asalkan rutin minum obat. Seseorang yang memiliki faktor risiko juga diminta melakukan diagnosis dini. Caranya dengan mengendalikan faktor risiko PGK seperti hipertensi, diabetes dan lainnya memegang peranan penting untuk mencegah kerusakan ginjal dan menjaga kualitas hidup.

Sejumlah masyarakat beranggapan malas atau enggan minum obat hipertensi dan diabetes justru merusak ginjal. Benarkah demikian?

Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Aida Lydia, PhD., SpPD, K-GH menegaskan justru obat-obatan hipertensi dan diabetes harus diminum teratur. Tujuannya mengendalikan tekanan darah dan gula darah terkontrol sepanjang waktu. Sehingga mencegah komplikasi ke organ target.

Baca Juga: Catat, Penderita Gagal Ginjal dan Kanker Belum Bisa Divaksin Covid-19

“Persepsi yang tidak tepat itu selama ini tekanan darah atau gula darah bisa dirasa-rasa, tidak perlu diperiksa atau diukur. Lalu minum obat dapat merusak ginjal, tidak tepat ya,” katanya dalam webinar Hari Ginjal Sedunia, Rabu (10/3).

Paling tepat, kata dia, obat hipertensi dan diabetes tidak merusak ginjal. Yang merusak ginjal adalah penyakitnya, bukan obatnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: