Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 November 2025 | 16.24 WIB

Penjelasan Lengkap Mengenai Impotensi: Mulai dari Penyebab, Gejala, hingga Upaya Pengobatannya

Ilustrasi seorang pria yang mengalami gangguan ereksi dan impotensi. (freepik) - Image

Ilustrasi seorang pria yang mengalami gangguan ereksi dan impotensi. (freepik)

JawaPos.com - Impotensi atau yang disebut juga lemah syahwat adalah kondisi ketika organ reproduksi pria mengalami kesulitan untuk mencapai tingkat ereksi yang cukup kuat saat berhubungan seksual. Masalah ini dapat terjadi sesekali dan bukan selalu menjadi tanda gangguan serius.

Namun, jika terjadi terus-menerus setiap kali hendak berhubungan seksual dalam waktu 6 bulan atau lebih maka kondisi tersebut tergolong dalam impotensi. Biasanya kondisi ini lebih sering dialami oleh pria yang telah lanjut usia sekitar 60 tahun, tetapi pria dalam masa produktif juga berisiko mengalaminya.

Penyebab Terjadinya Impotensi

Dikutip dari Alodokter, terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang mengalami impotensi.

1. Pola Hidup Tidak Sehat

Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, atau sering begadang dapat mengganggu kesehatan pembuluh darah dan menurunkan aliran darah ke penis. Hal ini akan menyulitkan pria untuk mencapai atau mempertahankan tingkat ereksi dalam waktu lama.

Selain itu, pria yang mengalami kelebihan berat badan dan jarang berolahraga juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan ereksi. Lakukan pola hidup sehat mulai dari konsumsi makanan bergizi dan istirahat teratur agar tubuh dapat memperoleh manfaat dan terawat dengan baik.

2. Gangguan Psikologis

Selain penyebab dari fisik, gangguan ereksi juga dapat dipicu oleh faktor psikologis atau stres berat yang berlangsung lama. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengalami masalah mental seperti depresi, kecemasan, PTSD, atau merasa cemas berlebihan cenderung lebih rentan mengalami impotensi.

3. Gangguan Hormon

Keinginan atau dorongan seksual pada pria dipengaruhi oleh hormon testosteron. Jika kadar hormon ini menurun, kemampuan untuk merasakan kepuasan seksual bisa terganggu dan risiko mengalami gangguan ereksi menjadi lebih tinggi.

Selain itu, masalah hormonal yang muncul akibat kondisi medis tertentu seperti diabetes, gangguan tiroid, atau hipogonadisme juga dapat memicu impotensi. Penyakit-penyakit tersebut dapat menyebabkan kerusakan saraf dan menurunkan aliran darah ke penis, sehingga menghambat terjadinya ereksi.

4. Efek Samping Penggunaan Obat

Beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping yang mengganggu aliran darah ke penis dan akhirnya memicu gangguan ereksi. Jenis obat yang berpotensi menyebabkan kondisi ini antara lain antihipertensi, antidepresan, antipsikotik, obat jantung, obat penenang, serta obat kemoterapi untuk terapi kanker.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore