
Ilustrasi seorang pria yang mengalami gangguan ereksi dan impotensi. (freepik)
JawaPos.com - Impotensi atau yang disebut juga lemah syahwat adalah kondisi ketika organ reproduksi pria mengalami kesulitan untuk mencapai tingkat ereksi yang cukup kuat saat berhubungan seksual. Masalah ini dapat terjadi sesekali dan bukan selalu menjadi tanda gangguan serius.
Namun, jika terjadi terus-menerus setiap kali hendak berhubungan seksual dalam waktu 6 bulan atau lebih maka kondisi tersebut tergolong dalam impotensi. Biasanya kondisi ini lebih sering dialami oleh pria yang telah lanjut usia sekitar 60 tahun, tetapi pria dalam masa produktif juga berisiko mengalaminya.
Penyebab Terjadinya Impotensi
Dikutip dari Alodokter, terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang mengalami impotensi.
1. Pola Hidup Tidak Sehat
Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, atau sering begadang dapat mengganggu kesehatan pembuluh darah dan menurunkan aliran darah ke penis. Hal ini akan menyulitkan pria untuk mencapai atau mempertahankan tingkat ereksi dalam waktu lama.
Selain itu, pria yang mengalami kelebihan berat badan dan jarang berolahraga juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan ereksi. Lakukan pola hidup sehat mulai dari konsumsi makanan bergizi dan istirahat teratur agar tubuh dapat memperoleh manfaat dan terawat dengan baik.
2. Gangguan Psikologis
Selain penyebab dari fisik, gangguan ereksi juga dapat dipicu oleh faktor psikologis atau stres berat yang berlangsung lama. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengalami masalah mental seperti depresi, kecemasan, PTSD, atau merasa cemas berlebihan cenderung lebih rentan mengalami impotensi.
3. Gangguan Hormon
Keinginan atau dorongan seksual pada pria dipengaruhi oleh hormon testosteron. Jika kadar hormon ini menurun, kemampuan untuk merasakan kepuasan seksual bisa terganggu dan risiko mengalami gangguan ereksi menjadi lebih tinggi.
Selain itu, masalah hormonal yang muncul akibat kondisi medis tertentu seperti diabetes, gangguan tiroid, atau hipogonadisme juga dapat memicu impotensi. Penyakit-penyakit tersebut dapat menyebabkan kerusakan saraf dan menurunkan aliran darah ke penis, sehingga menghambat terjadinya ereksi.
4. Efek Samping Penggunaan Obat
Beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping yang mengganggu aliran darah ke penis dan akhirnya memicu gangguan ereksi. Jenis obat yang berpotensi menyebabkan kondisi ini antara lain antihipertensi, antidepresan, antipsikotik, obat jantung, obat penenang, serta obat kemoterapi untuk terapi kanker.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022