
Ilustrasi hewan penyebab rabies (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Memelihara hewan merupakan kegiatan yang menyenangkan dan dapat menjadi salah satu cara ampuh untuk melepas penat. Akan tetapi, tentu harus tetap waspada dengan segala resiko yang mungkin saja hadir salah satunya rabies yang berasal dari gigitan hewan. Selain waspada penting juga bagi kita untuk mengetahui langkah awal yang harus segera dilakukan serta langkah preventif yang bisa diambil untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Rabies sering kali terdengar seperti penyakit masa lalu. Padahal, hingga kini masih menjadi ancaman nyata di banyak negara, termasuk Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO), rabies menyebabkan puluhan ribu kematian manusia setiap tahunnya di seluruh dunia, dan sebagian besar kasus terjadi akibat gigitan anjing yang terinfeksi. Ironisnya, penyakit ini sebenarnya 100% dapat dicegah dengan penanganan yang cepat dan vaksinasi yang tepat.
Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus, yang menyerang sistem saraf pusat dan pada akhirnya menyebabkan peradangan otak (ensefalitis). Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa penularan umumnya terjadi melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya lewat gigitan, cakaran, atau ketika air liur mengenai luka terbuka atau membran mukosa manusia.
Hewan yang paling sering menularkan rabies bervariasi tergantung wilayah. Di Indonesia, anjing menjadi sumber utama infeksi, sedangkan di beberapa negara lain bisa berasal dari kelelawar, rakun, atau rubah. WHO menegaskan bahwa rabies bukan hanya ancaman bagi manusia, tetapi juga bagi hewan peliharaan, sehingga pengendalian pada hewan adalah langkah kunci untuk melindungi manusia.
Menurut Mayo Clinic, masa inkubasi atau waktu antara paparan dan munculnya gejala penyakit rabies biasanya berlangsung antara dua minggu hingga tiga bulan, tergantung lokasi gigitan dan jumlah virus yang masuk ke tubuh. Pada tahap awal, gejalanya sering kali tidak spesifik dan menyerupai flu ringan yang ditandai dengan demam, lemas, atau sakit kepala ringan diikuti rasa nyeri, gatal, atau sensasi terbakar di area bekas gigitan.
Namun, dalam beberapa hari, gejala bisa berkembang cepat menjadi lebih serius. CDC menjelaskan bahwa setelah virus mencapai sistem saraf pusat, pasien dapat mengalami kegelisahan, kebingungan, halusinasi, kesulitan menelan, serta produksi air liur yang berlebihan. Pada beberapa kasus, pasien menunjukkan hidrofobia atau ketakutan ekstrim terhadap air karena kontraksi otot tenggorokan saat menelan cairan.
WHO menegaskan bahwa setelah gejala klinis muncul, rabies hampir selalu berakibat fatal. Oleh karena itu, penanganan cepat setelah gigitan menjadi faktor penentu keselamatan.
Pencegahan rabies jauh lebih mudah dibanding pengobatannya. WHO dan CDC sama-sama menekankan pentingnya tindakan cepat sesaat setelah terjadi gigitan atau kontak dengan hewan yang dicurigai rabies. Berikut langkah-langkah pencegahan yang disarankan oleh para ahli:
1. Segera Bersihkan Luka
DC menyebutkan, "mencuci luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama setidaknya 15 menit dapat secara signifikan mengurangi risiko infeksi." Tindakan sederhana ini bisa menyelamatkan nyawa.
2. Dapatkan Penanganan Medis Segera
Setelah luka dibersihkan, segera kunjungi fasilitas kesehatan. Petugas medis akan menilai apakah kamu perlu mendapatkan vaksin pasca-paparan (Post-Exposure Prophylaxis / PEP) yang terdiri atas kombinasi vaksin rabies dan imunoglobulin yang diberikan untuk mencegah virus berkembang.
3. Lindungi Hewan Peliharaan
WHO menyarankan agar semua anjing dan kucing mendapat vaksin rabies secara rutin. Hewan yang divaksinasi tidak hanya melindungi dirinya, tetapi juga menjadi "tameng pertama" bagi manusia di sekitarnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
