
ILUSTRASI. Petugas menyuntikkan vaksin rabies pada hewan kucing milik warga di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Manggarai, Jakarta, Senin (14/10/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Kasus kematian akibat gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Bali menunjukkan peningkatan dalam setahun terakhir. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali mencatat sepanjang 2025, sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat gigitan hewan penular rabies, meningkat dibandingkan tujuh kasus pada 2024.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti menjelaskan, 99 persen korban meninggal dunia lantaran tidak pergi ke pelayanan kesehatan, sehingga tidak mendapatkan tata laksana luka maupun vaksinasi. "Itu yang memang masih menjadi tantangan kami," tutur Raka Susanti dikutip dari Antara, Jumat (9/1).
Sebanyak 16 orang korban meninggal dunia pada 2025 berasal dari Badung empat orang, Karangasem tiga orang, Buleleng tiga orang, Jembrana tiga orang, Tabanan satu orang, Gianyar satu orang, dan Bangli satu orang. Selain data meninggal dunia, Dinkes Bali merangkum dalam setahun gigitan rabies dialami oleh 66.760 orang dengan 47.887 diantaranya telah diberikan vaksin anti-rabies (VAR).
Terpisah, PT Boehringer Ingelheim, perusahaan farmasi terkemuka yang berfokus pada peningkatan kesehatan manusia dan hewan, resmi menyelesaikan program Sustainable Development for Generation (SD4G) 2025 – Stop Rabies Education yang dijalankan selama empat bulan bersama Bali Animal Welfare Association (BAWA).
Program yang berlangsung sejak Juli hingga November 2025 ini berhasil melampaui target awal 10.000 peserta dan telah menjangkau 12.356 siswa sekolah dasar di 85 sekolah di Tabanan dan Gianyar.
Bali memang merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kasus endemik paling tinggi. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali per 20 Juli 2025, terdapat 34.845 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) yang menyebabkan 12 kasus kematian.
Kabupaten Badung menempati posisi tertinggi dengan 6.166 kasus, diikuti Denpasar (4.978) dan Tabanan (4.440). Dengan menargetkan siswa sekolah dasar, pendekatan yang interaktif dan latihan langsung menjadi pilihan utama untuk menciptakan program yang menarik dan berkesan.
President Director Boehringer Ingelheim Indonesia, Argho Das menyampaikan rasa bangga dapat melihat program ini berdampak positif secara langsung. Rata-rata skor siswa yang mengikuti program ini meningkat dari 5 pada saat pre-test menjadi 8 pada saat post-test.
" Menyaksikan mereka lebih percaya diri, memahami cara menjaga keselamatan diri, serta membagikan pengetahuan ini kepada keluarga dan komunitas membuktikan bahwa pendidikan hari ini menciptakan masa depan yang lebih sehat dan aman. Inilah yang menjadi tujuan kami, untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan juga hewan," kata Argho Das dalam keterangan tertulis, Jumat.
Dalam pelaksanaan kampanye edukasi SD4G 2025 – Stop Rabies, Boehringer Ingelheim menggandeng BAWA berkat pengalaman panjang, jangkauan komunitas yang kuat, serta kemampuan organisasi dalam berinteraksi secara efektif dengan anak-anak. Event, Fundraising, and Communication Coordinator BAWA, Cynthia mengatakan bahwa rabies masih menjadi ancaman serius, dan banyak anggota masyarakat belum sepenuhnya memahami bahayanya.
"Dengan populasi anjing liar lebih dari 500.000 ekor di Bali dan banyaknya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan, sangat penting untuk terus mendorong perilaku aman melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), memperkuat keterlibatan masyarakat, serta mendukung upaya pemberantasan rabies yang berkelanjutan," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022