
Ilustrasi anjing yang terjangkit rabies (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kasus anjing rabies yang berkeliaran di pemukiman memang semakin mengkhawatirkan. Anjing yang terinfeksi rabies bisa menjadi lebih agresif dan menggigit tanpa sebab. Tragisnya, tidak jarang kasus seperti ini berujung pada serangan anjing terhadap pemilik atau orang-orang di sekitar.
Apa itu Rabies?
Rabies adalah penyakit infeksi viral akut yang menyerang sistem saraf pusat dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies dari keluarga Rhabdoviridae yang dapat menginfeksi semua mamalia berdarah panas, termasuk manusia.
Virus ini menyerang otak dan sumsum tulang belakang, menyebabkan peradangan progresif dan kerusakan neurologis. Tingkat kematian akibat rabies hampir mencapai 100% setelah gejala klinisnya muncul.
Bagaimana Rabies Menular dan Apa Gejalanya?
Penularan rabies terjadi melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya saat hewan tersebut menggigit atau mencakar hingga melukai kulit. Hewan seperti anjing, kucing, kelelawar, dan hewan liar lainnya bisa menjadi pembawa utama virus ini. Setelah masuk melalui luka, virus akan bergerak melalui sistem saraf menuju otak. Di luar tubuh, virus rabies akan cepat mati saat terpapar sinar matahari, panas, atau bahan kimia seperti sabun dan alkohol.
Melansir dari Mayo Clinic, gejala awal yang dialami seseorang yang digigit hewan rabies mirip dengan flu dan dapat berlangsung selama beberapa hari. Gejala lanjutan yang mungkin muncul meliputi demam, sakit kepala, mual, muntah, kecemasan, kebingungan, hiperaktif, sulit menelan, air liur berlebihan, ketakutan berlebih saat mencoba minum atau saat terkena hembusan udara, halusinasi, insomnia, dan kelumpuhan pada sebagian tubuh.
Jenis-Jenis Rabies Menurut WHO
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada dua jenis rabies, yaitu:
1. Rabies Ganas (Furious Rabies)
Rabies ganas atau furious rabies mengakibatkan penderitanya menjadi hiperaktif, mudah tersinggung, halusinasi, kurangnya koordinasi motorik, serta ketakutan terhadap air (hidrofobia) dan angin (aerofobia). Penderita akan mengalami kejang otot yang parah saat mencoba menelan cairan. Kondisi ini sering kali berujung pada kematian dalam beberapa hari akibat henti jantung dan pernapasan.
2. Rabies Paralitik (Dumb Rabies)
Jenis ini menyumbang sekitar 20% dari total kasus rabies pada manusia. Gejalanya berkembang lebih lambat, dimulai dari kelumpuhan otot bertahap dari lokasi gigitan dan menyebar ke seluruh tubuh. Penderita akan mengalami penurunan kesadaran secara perlahan hingga koma, dan akhirnya meninggal.
Pertolongan Pertama dan Pencegahan
Jika kamu tergigit oleh anjing atau hewan lain yang terjangkit rabies, segera bersihkan luka dengan sabun atau deterjen menggunakan air mengalir selama minimal 15 menit. Setelah itu, segera pergi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
