
Ilustrasi orang yang baru selesai berolahraga biasanya membutuhkan asupan elektrolit lebih banyak. (Freepik)
JawaPos.com - Elektrolit merupakan mineral bermuatan listrik yang terdapat dalam sel, jaringan, serta cairan tubuh seperti darah, urine, dan keringat. Terdapat berbagai jenis elektrolit dengan fungsi yang berbeda-beda.
Tubuh memerlukan elektrolit dalam jumlah yang cukup agar organ dan jaringan dapat bekerja secara optimal. Elektrolit bekerja dengan mengatur distribusi cairan di dalam dan di luar sel, membantu mengirimkan sinyal listrik antar sel saraf, serta menjaga kestabilan tekanan darah dan pH tubuh.
Saat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat, muntah, atau diare. Jumlah elektrolit juga bisa menurun. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti lemas, kram otot, pusing, hingga gangguan detak jantung jika tidak segera dikembalikan keseimbangannya.
Berbagai Jenis Elektrolit dalam Tubuh dan Manfaatnya
Terdapat beragam jenis elektrolit dalam tubuh, masing-masing memiliki fungsi dan manfaat tersendiri. Dikutip dari Alodokter, berikut beberapa jenis elektrolit beserta peran pentingnya bagi tubuh.
1. Natrium (Na⁺)
Natrium berperan penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit, mengatur kadar cairan tubuh, serta membantu fungsi saraf dan kontraksi otot. Kadar natrium normal dalam darah berada pada kisaran 135–145 milimol per liter (mmol/L).
Ketidakseimbangan kadar natrium dapat memicu masalah kesehatan. Kelebihan natrium atau hipernatremia biasanya disebabkan oleh dehidrasi berat akibat kurang minum, diet ekstrem, atau diare kronis.
Sebaliknya, kekurangan natrium atau hiponatremia dapat terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi air, luka bakar luas, gangguan ginjal atau hati, gagal jantung, serta kelainan hormon antidiuretik yang berfungsi mengatur cairan tubuh.
2. Klorida (Cl⁻)
Klorida memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan pH darah, mengatur jumlah cairan dalam tubuh, serta mendukung fungsi saluran pencernaan. Kadar normal klorida dalam darah umumnya berada di kisaran 98–108 milimol per liter (mmol/L).
Kadar klorida yang terlalu rendah atau hipokloremia dapat disebabkan oleh gagal ginjal akut, keringat berlebih, gangguan makan, atau gangguan pada kelenjar adrenal. Sebaliknya, kadar klorida yang terlalu tinggi atau hiperkloremia bisa terjadi akibat dehidrasi berat, gangguan pada kelenjar paratiroid dan gagal ginjal.
3. Kalsium (Ca²⁺)
Kalsium adalah salah satu mineral sekaligus elektrolit penting yang berfungsi menjaga kestabilan tekanan darah, mengatur kontraksi otot dan impuls listrik pada saraf, memperkuat tulang serta gigi, dan membantu proses pembekuan darah agar berjalan optimal.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
