Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 18.52 WIB

Penyakit Jantung Jadi Ancaman Nyata, Remaja Indonesia Perlu Terapkan Gaya Hidup Sehat

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji membuka Youth Health Summit 2025. (Istimewa) - Image

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji membuka Youth Health Summit 2025. (Istimewa)

JawaPos.com - Penyakit jantung menjadi ancaman nyata bagi Indonesia. Bahkan penyakit mematikan tersebut kini sudah banyak menyerang remaja. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 139.891 kasus jantung terjadi pada kelompok usia 15–24 tahun, menjadikannya peringkat kedua tertinggi secara nasional.

Kondisi ini turut dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat. Sehingga perlu penanggulangan sejak dini agar risiko terkena serangan jantung khususnya bagi anak muda bisa ditekan.

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Generasi Berencana (GenRe) Indonesia dan Universitas Yarsi mendorong promosi hidup sehat dalam rangka Hari Jantung Sedunia yang diperingati pada 29 September di seluruh dunia.

Selain itu, acara Young Health Summit 2025 diharapkan bisa melahirkan kebijakan berkelanjutan. Acara yang dihadiri lebih dari 700 orang ini menjadi salah satu rangkaian penutup dari proyek Young Health Program (YHP), bertujuan untuk menjembatani remaja dan pemangku kepentingan dalam mempromosikan kesehatan jangka panjang serta pencegahan penyakit tidak menular (PTM), salah satunya penyakit jantung.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji membuka langsung Youth Health Summit 2025. Dia berharap isu pencegahan PTM dapat dilaksanakan berkelanjutan.

“Kita tidak bisa lagi memandang kesehatan remaja sebagai isu sekunder, bukan sekadar statistik dan tantangan ini harus kita jawab bersama. Saya percaya, ruang-ruang seperti Young Health Summit menjadi penting untuk memperkuat suara remaja, mendorong perubahan gaya hidup, dan memastikan kebijakan yang berpihak pada masa depan mereka,” kata Wihaji, Rabu (1/10).

Acara ini berorientasi pada remaja dengan ajakan untuk bertindak, menerapkan gaya hidup sehat, memicu perubahan positif, dan memimpin dengan energi, kreativitas, dan tujuan. Langkah ini dipercaya bisa membantu remaja terhindar dari penyakit mematikan.

Sementara, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay mengatakan, Young Health Programme (YHP) merupakan inisiatif global yang menempatkan remaja sebagai penggerak perubahan. Gerakan ini dipercaya akan memberikan dampak besar pada masa mendatang.

“Sebagai perusahaan biofarmasi global, strategi keberlanjutan AstraZeneca berfokus pada peningkatan kesetaraan kesehatan, mendorong aksi terhadap iklim dan alam, serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan, dan Young Health Programme (YHP) menjadi landasan bagi ketiga pilar tersebut," kata Esra.

Melalui YHP, upaya membangun generasi yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan terus digalakan. Program ini dianggap penting untuk menjaga keberlangsungan hidup generasi muda.

"Anak-anak dan remaja yang telah aktif sebagai pendidik sebaya diharapkan terus meneruskan kampanye dan edukasi kepada teman sebaya maupun komunitasnya, sehingga bersama-sama mereka dapat melindungi hak dan kesejahteraan mereka,” kata Ketua Dewan Pembina Plan Indonesia & Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore