Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 September 2025 | 23.58 WIB

Awas! Gigitan Kutu Berpotensi Picu Reaksi Anafilaksis dan Penyakit Mematikan, Simak Gejala dan Cara Mengatasinya

Perempuan yang sedang mengobati kulitnya yang gatal (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Gigitan kutu mungkin terlihat sepele, namun rasa gatal dan risikonya tidak boleh diabaikan. Kutu biasanya menyerang hewan peliharaan, tetapi manusia pun bisa menjadi sasarannya. Jika tidak segera diatasi, kutu dapat berkembang biak cepat dan menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia maupun hewan kesayangan.

Gigitan kutu tampak sebagai benjolan kecil yang bisa berwarna merah pada kulit cerah atau lebih gelap pada kulit sawo matang hingga gelap. Sering kali muncul berkelompok atau dalam garis, terutama di area pergelangan kaki dan kaki. Meski manusia bukan inang utama, kutu yang kelaparan akan menggigit kulit yang terbuka, bahkan di lengan atau kulit kepala.

Sebagian besar orang hanya merasakan gatal atau sedikit nyeri. Namun, melansir dari Medical News Today, menggaruk berlebihan dapat menyebabkan infeksi, ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, nanah, atau demam. Orang yang alergi terhadap gigitan serangga bisa mengalami reaksi lebih serius seperti gatal hebat, bentol besar (hives), atau nyeri.

Dalam kasus langka, bisa terjadi anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang memerlukan penanganan darurat. Gejalanya meliputi bengkak pada wajah atau mulut, napas cepat dan dangkal, detak jantung kencang, kulit pucat atau lembap, pusing, mual, bahkan pingsan. Jika ini terjadi, segera gunakan pena epinefrin bila tersedia dan hubungi layanan darurat.

Risiko Penyakit dari Gigitan Kutu

Meskipun jarang, kutu dapat menularkan penyakit. Beberapa contoh penyakit yang berhubungan dengan kutu antara lain:

  • Flea-borne typhus: Disebabkan bakteri Rickettsia typhi dan sering ditemukan di Hawaii, California, dan Texas.
  • Flea-borne spotted fever: Disebabkan Rickettsia felis, terutama pada kutu kucing, dan terjadi di berbagai negara.
  • Pes (plague): Meski identik dengan wabah abad pertengahan, penyakit akibat bakteri Yersinia pestis ini masih ada, terutama di wilayah pedesaan bagian barat Amerika Serikat.

Selain itu, penyakit tidak langsung seperti cat scratch disease juga bisa menular saat kucing yang terinfeksi menggaruk manusia. Menjaga kebersihan rumah, menghindari tikus, dan memastikan hewan peliharaan bebas kutu adalah langkah penting mencegah penularan.

Perbedaan Gigitan Kutu, Nyamuk, dan Kepik

Mengetahui perbedaan gigitan membantu menentukan cara penanganan:

  • Kutu: Benjolan kecil, sering berkelompok atau membentuk garis, biasanya di pergelangan kaki, bisa gatal atau nyeri.
  • Nyamuk: Bentol lebih besar seperti biduran dengan titik tengah gigitan, muncul di area kulit terbuka, menimbulkan rasa hangat dan gatal.
  • Kepik (bedbug): Bisa hampir tak terlihat hingga bentol lebih dari 1 cm, sering di wajah, leher, atau tangan, biasanya muncul saat malam.

Cara Mengatasi dan Mencegah Gigitan Kutu

Untuk meredakan gatal, cuci area gigitan dengan sabun dan air, lalu gunakan kompres dingin atau losion calamine. Jika muncul bentol besar, bengkak, atau gatal hebat, antihistamin atau krim kortikosteroid dapat membantu. Hindari menggaruk agar tidak menimbulkan infeksi; bila tanda infeksi muncul, dokter dapat meresepkan antibiotik.

Menghentikan gigitan berarti menyingkirkan sumber kutu. Langkah penting meliputi:

  • Perawatan hewan peliharaan: Mintalah saran dokter hewan mengenai obat tetes, tablet, atau suntikan pembasmi kutu. Pengobatan cacing juga disarankan karena larva kutu dapat membawa telur cacing.
  • Membersihkan rumah: Cuci seprai, selimut, karpet, dan perlengkapan hewan dengan air panas, vakum seluruh ruangan, dan buang kantong debu setelah digunakan. Jaga halaman agar rumput tetap pendek dan gunakan semprotan atau fogger sesuai petunjuk bila perlu.
  • Mengendalikan hama: Jika sumber kutu berasal dari tikus atau hewan liar, tutup akses masuk dan gunakan perangkap.

Jika kutu terus muncul, mungkin ada telur yang tertinggal atau hewan peliharaan kembali terpapar di luar rumah. Dalam kasus ini, konsultasikan dengan dokter hewan atau gunakan jasa pembasmi hama profesional.

Baca Juga: 4 Manfaat Omega 3 pada Kesehatan Otak, Salah Satunya Menjaga Kesehatan Mental!

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore