Perempuan yang sedang mengobati kulitnya yang gatal (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Gigitan kutu mungkin terlihat sepele, namun rasa gatal dan risikonya tidak boleh diabaikan. Kutu biasanya menyerang hewan peliharaan, tetapi manusia pun bisa menjadi sasarannya. Jika tidak segera diatasi, kutu dapat berkembang biak cepat dan menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia maupun hewan kesayangan.
Gigitan kutu tampak sebagai benjolan kecil yang bisa berwarna merah pada kulit cerah atau lebih gelap pada kulit sawo matang hingga gelap. Sering kali muncul berkelompok atau dalam garis, terutama di area pergelangan kaki dan kaki. Meski manusia bukan inang utama, kutu yang kelaparan akan menggigit kulit yang terbuka, bahkan di lengan atau kulit kepala.
Sebagian besar orang hanya merasakan gatal atau sedikit nyeri. Namun, melansir dari Medical News Today, menggaruk berlebihan dapat menyebabkan infeksi, ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, nanah, atau demam. Orang yang alergi terhadap gigitan serangga bisa mengalami reaksi lebih serius seperti gatal hebat, bentol besar (hives), atau nyeri.
Dalam kasus langka, bisa terjadi anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang memerlukan penanganan darurat. Gejalanya meliputi bengkak pada wajah atau mulut, napas cepat dan dangkal, detak jantung kencang, kulit pucat atau lembap, pusing, mual, bahkan pingsan. Jika ini terjadi, segera gunakan pena epinefrin bila tersedia dan hubungi layanan darurat.
Risiko Penyakit dari Gigitan Kutu
Meskipun jarang, kutu dapat menularkan penyakit. Beberapa contoh penyakit yang berhubungan dengan kutu antara lain:
Selain itu, penyakit tidak langsung seperti cat scratch disease juga bisa menular saat kucing yang terinfeksi menggaruk manusia. Menjaga kebersihan rumah, menghindari tikus, dan memastikan hewan peliharaan bebas kutu adalah langkah penting mencegah penularan.
Perbedaan Gigitan Kutu, Nyamuk, dan Kepik
Mengetahui perbedaan gigitan membantu menentukan cara penanganan:
Cara Mengatasi dan Mencegah Gigitan Kutu
Untuk meredakan gatal, cuci area gigitan dengan sabun dan air, lalu gunakan kompres dingin atau losion calamine. Jika muncul bentol besar, bengkak, atau gatal hebat, antihistamin atau krim kortikosteroid dapat membantu. Hindari menggaruk agar tidak menimbulkan infeksi; bila tanda infeksi muncul, dokter dapat meresepkan antibiotik.
Menghentikan gigitan berarti menyingkirkan sumber kutu. Langkah penting meliputi:
Jika kutu terus muncul, mungkin ada telur yang tertinggal atau hewan peliharaan kembali terpapar di luar rumah. Dalam kasus ini, konsultasikan dengan dokter hewan atau gunakan jasa pembasmi hama profesional.
Baca Juga: 4 Manfaat Omega 3 pada Kesehatan Otak, Salah Satunya Menjaga Kesehatan Mental!

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
