Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 September 2025, 22.35 WIB

Hari Jantung Sedunia: Ajak Masyarakat Lawan Obesitas untuk Selamatkan Jantung

General Manager Novo Nordisk Indonesia Sreerekha Sreenivasan dan InfoComm PERKI Vito A. Damay. (Istimewa) - Image

General Manager Novo Nordisk Indonesia Sreerekha Sreenivasan dan InfoComm PERKI Vito A. Damay. (Istimewa)

JawaPos.com - Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Setiap tahun, lebih dari 20,5 juta orang meninggal akibat penyakit ini. Bahkan pada 2021 saja, hampir 1,9 juta kematian terkait dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi.

Dalam momentum Hari Jantung Sedunia 2025, Novo Nordisk Indonesia menegaskan komitmennya melawan penyakit mematikan ini. Mereka menggandeng tenaga kesehatan, pasien, pembuat kebijakan, dan komunitas untuk mengurangi beban penyakit kronis, terutama yang dipicu obesitas.

Obesitas Jadi Akar Utama Penyakit Jantung

Fakta menunjukkan bahwa obesitas berperan besar dalam meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular. Individu dengan obesitas memiliki risiko serangan jantung 75% lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki BMI di bawah 30.

Lebih dari 8 dari 10 pasien penyakit jantung juga mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. BMI tinggi terbukti menjadi salah satu faktor risiko metabolik terbesar, selain tekanan darah dan kolesterol tinggi. 

Setiap tahun, jutaan orang terserang penyakit jantung iskemik, jantung akibat hipertensi, hingga stroke akibat berat badan berlebih.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menegaskan pentingnya penanganan obesitas sejak dini.

"Prevalensi penyakit jantung di Indonesia terus meningkat dan menimbulkan beban ekonomi yang sangat besar, khususnya penyakit jantung koroner yang sangat terkait dengan BMI tinggi. Kementerian Kesehatan, melalui Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Obesitas, menegaskan bahwa pengurangan obesitas sangat penting untuk menurunkan beban penyakit kardiovaskular pada populasi kita," ujarnya di Tangerang, Minggu (28/9).

Sejalan dengan prioritas pemerintah, Novo Nordisk Indonesia terus mendorong inovasi berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan penyakit jantung melalui manajemen obesitas.

"Salah satu kontributor terbesar penyakit jantung adalah kelebihan berat badan dan obesitas. Menurunkan berat badan — baik melalui perubahan gaya hidup sehat maupun dukungan medis — terbukti efektif dalam menurunkan risiko penyakit jantung," ucap General Manager Novo Nordisk Indonesia, Sreerekha Sreenivasan.

Melalui peringatan Hari Jantung Sedunia bersama PERKI dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Novo Nordisk Indonesia mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kesehatan jantung dan mengelola obesitas.

Mereka mendorong masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter, mencari dukungan medis yang tepat, dan mengakses platform edukatif NovoCare untuk informasi terpercaya.

"Turunkan berat badan untuk melindungi jantung Anda. Kunjungi NovoCare untuk memahami lebih jauh dan mulai berdiskusi dengan dokter Anda – bersama-sama kita dapat mengurangi beban penyakit jantung di Indonesia," tegas Sreerekha.

Dalam peringatan tahun ini, Novo Nordisk Indonesia bersama PERKI dan YJI menggelar acara publik besar yang dihadiri lebih dari 2.000 peserta.

Rangkaian kegiatan mencakup jalan sehat komunitas, lari 5K–10K, dan sesi edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hubungan erat antara obesitas dan penyakit jantung.


Pentingnya Manajemen Obesitas Secara Menyeluruh

InfoComm Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Vito A. Damay menjelaskan, perubahan gaya hidup memang menjadi langkah pertama penanganan obesitas dan penyakit kardiovaskular.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore