Ilustrasi anak makan makanan yang tidak dibungkus plastik (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Makanan yang dibungkus dengan kemasan plastik saat ini memang lebih mudah dibawa dan disimpan. Namun, penggunaan kemasan plastik untuk membungkus makanan memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan juga kesehatan anak.
Bagi lingkungan, produksi bungkus plastik membutuhkan banyak energi sehingga menghasilkan banyak gas karbon yang dapat memacu percepatan krisis iklim. Belum lagi, plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai secara alami, sehingga dapat menimbulkan masalah sampah dan mikroplastik.
Dampak Makanan Dibungkus Plastik bagi Kesehatan Anak
Makanan anak-anak identik dengan makanan yang dibungkus plastik, mulai dari nugget frozen, snack ringan di warung hingga supermarket, hingga jajanan seperti cilor. Makanan yang dibungkus plastik dapat mengandung mikroplastik. Berdasarkan penelitian Ecoton, Yayasan Gita Pertiwi dan PPLH Bali yang diselenggarakan oleh Aliansi Zero Waste Indonesia (2024), ditemukan adanya mikroplastik pada jajanan di sekolah, baik yang dijual oleh pedagang di luar sekolah maupun di kantin.
Berdasarkan jurnal penelitian berjudul "Plastic Pollution in Food Packaging Systems," mikroplastik dengan ukuran kurang dari 3 mikrometer (3 µm) dapat menyusup ke dalam tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan kronis. Mikroplastik yang mengandung berbagai zat kimia berbahaya ini berpindah ke makanan yang dibungkus, sebuah proses yang dalam jurnal penelitian berjudul "An Overview of Chemical Additives Present in Plastics," disebut sebagai migrasi.
Dilansir dari laman Sciencedaily, paparan plastik pada anak-anak dapat memicu beberapa penyakit seperti asma, infertilitas, dan obesitas. Bahan kimia yang terkandung dalam plastik juga dapat memicu imun menjadi terlalu aktif sehingga terjadi peradangan, serta mengganggu fungsi hormon yang memengaruhi banyak proses kimiawi dan biologis dalam tubuh.
Dengan gempuran makanan dan minuman yang serba dibungkus plastik saat ini, penting bagi orang tua untuk melakukan parenting ramah lingkungan, atau disebut juga green parenting, guna menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi anak.
Tips Green Parenting: Pangan dan Bungkus Makanan Aman untuk Anak
1. Gunakan Wadah Stainless Steel
Kotak makan atau wadah makanan plastik banyak beredar di pasaran, tetapi banyak juga yang tidak aman digunakan. Oleh sebab itu, pilihan aman adalah menggunakan wadah makanan yang terbuat dari stainless steel atau kaca. Stainless steel merupakan pilihan yang aman dari segi berat dan keamanan untuk dibawa oleh anak-anak sebagai wadah makanan.
2. Hindari Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Migrasi bahan kimia dari bungkus makanan ke makanan akan semakin mudah terjadi saat bungkus makanan plastik terkena makanan dengan suhu tinggi. Selain itu, tidak banyak bungkus makanan sekali pakai yang sudah BPA free.
3. Pilih Wadah Plastik dengan Logo BPA Free atau Food Grade
Perhatikan logo wadah makanan sebelum membeli atau menggunakan wadah makanan. Wadah makanan dengan logo BPA Free atau Food Grade dirancang dan dibuat dengan material khusus untuk makanan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
