Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 April 2026 | 19.57 WIB

Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Bidik Rumput Laut hingga Singkong Jadi Penggantinya

Menteri UMKM Maman Abdurrahman. (Nurul F/ JawaPos.com) - Image

Menteri UMKM Maman Abdurrahman. (Nurul F/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah sedang menyiapkan strategi menghadapi lonjakan harga plastik imbas menipisnya bahan baku plastik, yakni nafta. Hal itu berdampak langsung pada bisnis pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya di bidang makanan dan minuman.

Menghadapi situasi tersebut, pemerintah bersama Kementerian Perdagangan menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan untuk jangka pendek, pemerintah membuka alternatif pasokan nafta dari kawasan yang relatif stabil seperti Afrika, India, dan Amerika.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah membidik transformasi menuju penggunaan bahan baku alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berbasis sumber daya domestik.

Sejumlah bahan seperti bambu, rumput laut, dan singkong dinilai memiliki potensi besar diolah menjadi bioplastik sebagai alternatif kemasan yang menggantikan nafta.

“Ini bukan hanya solusi atas krisis pasokan, tetapi juga peluang untuk membangun industri hijau berbasis potensi lokal,” ujar Maman Abdurrahman dalam keterangannya, Jumat (10/4).

Lebih jauh, kondisi ini menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi terhadap ketergantungan impor dari wilayah berisiko tinggi, sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional melalui diversifikasi sumber bahan baku.

Ia menambahkan, rumput laut dan singkong yang melimpah di Indonesia sebenarnya telah dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif plastik. Namun, keterbatasan pasar membuat biaya produksi masih relatif tinggi.

Itu sebabnya, kata dia, dengan dorongan kebijakan yang tepat, permintaan dapat meningkat sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien. Sejumlah pelaku UMKM juga telah memulai produksi plastik berbasis rumput laut, bahkan mampu menembus pasar ekspor.

Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat dukungan terhadap inisiatif tersebut agar skala produksi meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Jika kebijakan diarahkan untuk memperkuat substitusi bahan baku dari nafta ke rumput laut, maka permintaan akan tumbuh dan biaya produksi dapat ditekan,” beber Maman.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore